Abstrak


Cerita Rakyat Telaga Madirda Di Dusun Tlogo Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah (Sebuah Tinjauan Folklor)


Oleh :
Mucharom - C0107033 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

MUCHAROM. C0107033. 2011. Cerita Rakyat Telaga Madirda Di Dusun Tlogo Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah (Sebuah Tinjauan Folklor). Skripsi Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang yang mendasari dilakukan penelitian ini ialah bahwa Cerita Rakyat Telaga Madirda merupakan salah satu folklor yang berada dalam masyarakat yang masih kental dengan tradisi maupun adat-istiadat yang dipercayai oleh masyarakat pendukungnya sebagai sesuatu yang benar dari nenek moyangnya. Cerita Rakyat Telaga Madirda ini juga merupakan aset kebudayaan sehingga penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam upaya melestarikan kebudayaan daerah dengan cara mendokumentasikannya. Rumusan Masalah Penelitian ini, adalah (1) Bagaimanakah profil masyarakat pendukung Cerita Rakyat Telaga Madirda dan profil Telaga Madirda, (2) Bagaimanakah bentuk dan isi Cerita Rakyat Telaga Madirda, serta tradisi budaya yang terkait dengan keberadaan Cerita Rakyat Telaga Madirda, (3)Bagaimanakah unsur-unsur mitos dan fungsi Cerita Rakyat Telaga Madirda, (4) Bagaimanakah tanggapan dan penghayatan masyarakat pendukung Cerita Rakyat Telaga Madirda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan profil masyarakat pendukung Cerita Rakyat Telaga Madirda dan profil Telaga Madirda, (2) Mendeskripsikan bentuk dan isi Cerita Rakyat Telaga Madirda, serta tradisi budaya yang terkait dengan keberadaan Cerita Rakyat Telaga Madirda, (3) Mendeskripsikan unsur-unsur mitos dan fungsi Cerita Rakyat Telaga Madirda, (4) Mendeskripsikan tanggapan dan penghayatan masyarakat pendukung Cerita Rakyat Telaga Madirda. Manfaat penelitian yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Secara teoritis hasil penelitian diharapkan mengungkap aspek-aspek kekuatan nilai budaya Jawa sebuah cerita lisan, menambah khasanah penelitian cerita lisan nusantara dan dapat memperbanyak wawasan pengetahuan cerita lisan. Sedangkan secara praktis hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan pemasukan daerah terkait dengan keberadaan cagar budaya di Kabupaten Karanganyar, dan untuk pengembangan pariwisata Kabupaten Karanganyar. Penelitian Cerita Rakyat Telaga Madirda merupakan jenis penelitian folklor dengan bentuk penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber Data berasal dari informan yaitu penjaga makam (juru kunci), tokoh-tokoh masyarakat atau masyarakat yang mengetahui Cerita Rakyat Telaga Madirda, hal ini bermanfaat untuk mengetahui segala informasi tentang keberadaan cerita. Sumber Data yang lain berasal dari buku-buku, rekaman, foto-foto, peta wilayah, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi langsung, wawancara dan (Content Analysis) analisis isi. Teknik analisis data mengunakan tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah, (1) profil masyarakat Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar sebagai pendukung Cerita Rakyat Telaga Madirda ditinjau dari segi geografis, demografis,sosial budaya, agama dan kepercayaan, tradisi masyarakat (2) Bentuk dari Cerita Rakyat Telaga Madirda merupakan cerita prosa rakyat yang berbentuk Legenda, dibuktikan adanya tempat yang berkaitan dengan cerita seperti keberadaan Telaga Madirda. Tradisi budaya yang terkait dengan keberadaan Cerita Rakyat Telaga Madirda yaitu Nyadran, Besih Dusun, dan Padusan (3) Unsur-unsur mitos Cerita Rakyat Telaga Madirda yaitu; a) Cara pengambilan air, b) cara membawa air, c) proses permohonan setelah dikabulkan, d) larangan mencicipi makanan apabila memasak buat kenduri yang hubungannya untuk upacara Nyadran Telaga Madirda e) larangan tidak boleh memasak bagi ibu-ibu harus dengan keadaan suci f) Juru Kunci yang bisa memiliki bunga Kanthil, Cerita Rakyat Telaga Madirda mempunyai fungsi yaitu; a) sebagai sarana sistem proyeksi, yaitu alat pencerminan angan-angan kelompok tertentu (suatu kolektif), b) sebagai alat pendidikan, c) sebagai pengawas norma-norma masyarakat yang harus dipatuhi kolektifnya, d) sebagai sarana hiburan. Dampak sosial ekonomi yang timbul pada masyrakat sekitar dengan adanya Telaga Madirda yang paling menonjol adalah menambah pendapatan masyarakat Dusun Tlogo, Desa Berjo (4) Penghayatan masyarakat dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso masih banyak yang mengakui keberadaan Cerita Rakyat Telaga Madirda lengkap dengan peninggalannya yang berupa telaga. Tradisi mempersembahkan sesaji diselenggarakan dengan wujud Nyadran oleh masyarkat Dusun Tlogo, Desa Berjo setiap tanggal 15 Ruwah.