Abstrak


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Dalam Mengadopsi Padi Hibrida Di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Dwi Susilowati - H0407033 - Fak. Pertanian

Pembangunan sektor pertanian sebagai bagian integral dari pembangunan nasional semakin penting dan strategis. Pembangunan pertanian merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan, yang diwujudkan dari peningkatan pendapatan dan produktivitas pekerja di sektor pertanian. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas usahatani dilakukan dengan penyebaran inovasi teknologi dibidang pertanian khususnya tanaman pangan. Alternatif cara peningkatan jumlah produksi dapat dilakukan dengan penggunaan varietas padi unggul yaitu padi hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor pengambilan keputusan, mengkaji proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi padi hibrida, dan mengkaji hubungan antara faktor pengambilan keputusan dengan proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi padi hibrida di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survai. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Penarikan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan sampel penelitian sejumlah 40 responden. Untuk menganalisis faktor pengambilan keputusan, digunakan analisis deskriptif, analisis proses pengambilan keputusan petani digunakan analisis total skor dengan rumus lebar interval. Selanjutnya, untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam mengadopsi padi hibrida di Kecamatan Karanganyar digunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam mengadopsi padi hibrida yang terdiri dari umur berada dalam kategori 45-57 tahun, pendidikan formal dalam kategori rendah, pendidikan non formal dalam kategori sedang, rata-rata luas usaha tani yaitu 0,3 Ha, rata-rata pendapatan rumah tangga petani yaitu Rp 4.299.215, frekuensi mengakses saluran komunikasi dalam kategori tinggi dan sifat inovasi berada dalam kategori tinggi. Proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi padi hibrida dalam kategori tinggi. Dari hasil analisis Rank Spearman dan uji signifikansi pada tingkat kepercayaan 95%, terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan non formal, frekuensi mengakses saluran komunikasi, dan keuntungan relatif dengan proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi padi hibrida. Selanjutnya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan formal, luas penguasaan lahan, pendapatan, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan, keteramatan dan sifat inovasi secara total dengan proses pengambilan keputusan dalam mengadopsi padi hibrida.