Abstrak


Fenomena Facebook Di Kalangan Remaja Sma (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Fenomena Facebook Di Kalangan Remaja Di Sma N 1 Boyolali)


Oleh :
Hendy Subiyanto - D0304042 - Fak. ISIP

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan jaringan sosial pertemanan antar remaja pengguna facebook, dan tentang bagaimana remaja menggunakan facebook sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam hubungan interaksi dengan teman-temannya di kalangan remaja SMA Negeri 1 Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara lebih mendalam jaringan sosial remaja dalam menggunakan facebook. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 1 Boyolali yang terletak di Jalan Kates no 8 Pulisen Boyolali, dalam wilayah Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali. Paradigma yang digunakan adalah definisi sosial. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori jaringan, Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling dan maximum variation sampling. Dimana peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya. Dengan informannya adalah 8 remaja SMA Negeri 1 Boyolali, remaja sebagai pengguna jejaring sosial facebook yang menjadi fokus penelitian. Untuk mengumpulkan informasi yang memadai sehingga peneliti mendapatkan sebanyak mungkin informasi, teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penellitian ini adalah wawancara mendalam, observasi. Sedangkan untuk menjamin validitas data digunakan trianggulasi sumber. Adapun hasil penelitian ditemukan: 1. Terdapat berbagai macam jaringan sosial dan interaksi remaja dalam menggunakan facebook. Adanya facebook memungkinkan setiap remaja untuk membangun hubungan sosial melalui dunia maya seperti membangun suatu profil tentang dirinya sendiri, menunjukkan koneksi seseorang dan memperlihatkan hubungan apa saja yang ada antara satu member dengan member lainya dalam sistem yang disediakan, 2. Setiap remaja memiliki kemungkinan untuk membangun hubungan sosial dengan orang-orang yang tidak dikenal sekalipun, namun facebook memungkinkan profil jaringan sosial pada setiap individu bersifat terbuka bagi seluruh member, itu jika di kehendaki oleh individu tersebut. Hal tersebut dapat mengakibatkan hubungan antara individu, yang tidak seharusnya terhubung menjadi dapat dibuat. 3. Facebook memungkinkan pengguna untuk memilih apakah profil mereka terbuka untuk umum atau “teman saja”. Remaja pengguna yang merupakan bagian dari jaringan yang sama dapat melihat profil masing-masing member, kecuali seorang pemilik profil telah memutuskan untuk membatasi izin hak akses kepada anggota-anggota lain dalam jaringan tersebut.