Abstrak


Pengaruh Variasi Kemiringan Pada Hulu Bendung Dan Penggunaan Kolam Olak Tipe Slotted Roller Bucket Terhadap Loncatan Air Dan Gerusan Setempat


Oleh :
Anggoro Bagyo Mulyo - I.1107035 - Fak. Teknik

Pelimpah atau bendung biasanya digunakan sebagai bangunan pengambilan air untuk saluran irigasi. Posisi tubuh bendung yang melintang dan berhulu miring dapat menghalangi aliran di saluran, hingga menyebabkan elevasi muka air meninggi dan kemudian melimpas. Kondisi ini menyebabkan perubahan aliran dari superkritis menjadi subkritis dengan terjadinya peristiwa loncatan hidrolis. Untuk meredam energi akibat loncatan hidrolis, digunakan peredam energi berupa kolam olak tipe slotted roller bucket. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh debit dan variasi kemiringan pada hulu bendung serta penggunaan kolam olak slotted roller bucket terhadap energi spesifik saat loncatan hidrolis dan terjadinya gerusan lokal dihilir bangunan. Penelitian dilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS. Penelitian ini menggunakan open flume yang menjadi model saluran terbuka berukuran 8 x 25 x 500 cm dan variasi tipe pelimpah ogee hulu miring 3:1, 3:2, 3:3 serta kolam olak slotted roller bucket. Sedimen yang digunakan adalah pasir berdiameter seragam 1,18 mm atau lolos ayakan no 16. Penelitian ini menunjukkan empat hasil. Pertama, semakin besar kedalaman air saat loncatan hidrolis di hilir pelimpah ogee, semakin kecil energi spesifik yang terjadi. Titik balik terjadi saat kondisi kritis. Kemudian dengan kedalaman air yang bertambah, semakin besar energi spesifiknya. Energi spesifik maksimal yang terjadi sebesar 1,201.10-1 m. Kedua, saat terjadi peristiwa loncatan hidrolis, dengan bertambahnya kedalaman air dan menurunnya kecepatan, kondisi aliran berangsur-angsur berubah dari superkritis menjadi subkritis. Bilangan froude maksimal terjadi pada kedalaman air 1,42.10-3 m dengan nilai bilangan froude 12,6596. Ketiga, dengan bertambahnya debit yang dialirkan pada saluran maka kedalaman maksimal gerusan lokal semakin dalam. Kedalaman gerusan maksimal 0,04 m.. Keempat, semakin bertambahnya debit aliran, panjang gerusan yang terjadi semakin panjang. Panjang gerusan maksimal yang terjadi sebesar 0,37 m. Dengan debit aliran yang sama dari variasi kemiringan hulu bendung, tidak terlihat perbedaan yang berarti terhadap panjang gerusan.