Abstrak


Peran haji samanhudi dalam Sarekat Islam Surakarta (1911-1916)


Oleh :
Lilik Yulianti - C0507003 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Penelitian ini berjudul Peran Haji Samanhudi dalam Sarekat Islam Surakarta (1911-1916). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi Surakarta pada awal abad XX dan pengaruhnya terhadap pembentukan Sarekat Islam, (2) Latar belakang kehidupan Haji Samanhudi, dan (3) Peran Haji Samanhudi dalam Sarekat Islam Surakarta periode 1911-1916. Penelitian ini merupakan penelitian historis, sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, studi pustaka, dan wawancara dengan beberapa informan sebagai sumber sekunder. Data-data yang terkumpul kemudian diseleksi, dianalisa, dan diinterpretasikan dengan menggunakan pendekatan ekonomi, pendekatan sosiologi, dan pendekatan ilmu politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surakarta sebagai bagian dari Vorstenlanden yang juga berkarakter plural memberikan konsekuensi sosial budaya, ekonomi, dan politik bagi para penghuninya. Untuk beberapa kasus pluralisme tersebut melahirkan gesekan antara dua kulturil yang berbeda, dalam hal ini ialah interaksi Cina-Jawa berkaitan dengan peranan dalam bidang ekonomi. Adanya gesekan tersebut ditambah dengan kondisi Surakarta pada awal abad XX yang menciptakan tekanan bagi pribumi menstimulan Haji Samanhudi untuk mendirikan sebuah organisasi demi meningkatkan kesejahteraan pribumi. Jawaban dari keinginan itu ialah terlahirnya Sarekat Islam yang kemudian berkembang menjadi beberapa afdeling, sehingga muncul-lah Sarekat Islam Surakarta. Karakter Samanhudi yang begitu peduli dengan keadaan masyarakat pribumi dipengaruhi oleh faktor keluarga, latar belakang pendidikan, dan kemapanan ekonomi. Keadaan-keadaan di sekitarnya mempertajam kesadaran politik Samanhudi. Perjuangannya dalam pergerakan nasional semakin kokoh berkat keberhasilannya dalam mengkombinasikan beberapa faktor tersebut. Namun demikian, peran aktif Haji Samanhudi dalam Sarekat Islam hanya bertahan selama lima tahun pertama, dikarenakan setelah tahun-tahun itu orientasi Sarekat Islam telah berubah haluan dan menjadi lebih kompleks. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini ialah bahwa sedemikian kompleksnya keadaan di Surakarta pada awal abad XX mendorong Haji Samanhudi untuk mendirikan Sarekat Islam sebagai tameng perjuangan dalam meningkatkan kesejahteraan pribumi. Keberhasilan Haji Samanhudi dalam memperjuangkan kesejahteraan pribumi tentu saja juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadi pembentuk kepribadiannya. Namun demikian, faktor-faktor tersebut tidak lagi berpengaruh untuk Sarekat Islam sebab peran aktif Haji Samanhudi dalam Sarekat Islam tidak bertahan lama dikarenakan adanya perubahan orientasi organisasi.