Abstrak


Pembelajaran remedial dalam belajar tuntas biologi menggunakan media power point dan animasi ditinjau dari tingkat kesulitan belajar dan motivasi berprestasi siswa


Oleh :
Sri Listyorini - S831002032 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) perbedaan ketuntasan belajar biologi antara siswa melalui pembelajaran remedial dengan menggunakan media Power Point dan Animasi, (2) perbedaan ketuntasan belajar biologi antara siswa yang memiliki tingkat kesulitan belajar tinggi dan rendah, (3) perbedaan ketuntasan belajar biologi antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan rendah, (4) interaksi antara penggunaan media dengan tingkat kesulitan belajar terhadap ketuntasan belajar biologi, (5) interaksi antara penggunaan media dengan motivasi berprestasi terhadap ketuntasan belajar biologi, (6) interaksi antara tingkat kesulitan belajar dengan motivasi berprestasi terhadap ketuntasan belajar biologi, (7) interaksi antara penggunaan media pembelajaran, tingkat kesulitan belajar dan motivasi berprestasi siswa terhadap ketuntasan belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Klaten. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan pembelajaran remedial menggunakan media Power Point terdiri dari 40 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan pembelajaran remedial menggunakan media Animasi terdiri dari 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar dan angket untuk tingkat kesulitan belajar dan motivasi belajar siswa dan lembar observasi untuk data penilaian afektif. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software Minitab 15. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) media Animasi lebih baik daripada media Power Point untuk mencapai ketuntasan belajar biologi dalam pembelajaran remedial, (2) ada perbedaan ketuntasan belajar antara siswa yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan rendah, (3) ada perbedaan ketuntasan belajar antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan rendah, (4) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran remedial menggunakan media dengan tingkat kesulitan belajar siswa terhadap ketuntasan belajar, (5) terdapat interaksi antara pembelajaran remedial menggunakan media dengan motivasi berprestasi siswa terhadap ketuntasan belajar, (6) tidak terdapat interaksi antara tingkat kesulitan belajar dengan kemampuan motivasi berprestasi siswa terhadap ketuntasan belajar, (7) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran remedial menggunakan media, tingkat kesulitan belajar, dan motivasi berprestasi siswa terhadap ketuntasan belajar.