Abstrak


Pemberdayaan anak terlantar melalui pendidikan non formal di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Senja Mulya Adi A - D.3207043 - Fak. ISIP

Banyaknya jumlah anak terlantar yang ada di Kabupaten Karanganyar, membuat kita untuk membuka mata, inilah fakta yang harus mendapatkan perhatian baik dari pemerintah maupun dari masyarakat sekitarnya. Melihat kenyataan seperti itu, maka pemerintah harus melakukan tindakan agar anak-anak tersebut dapat diberdayakan dan dapat mandiri untuk masa depannya. Dan kita tidak dapat lagi mengandalkan pendidan formal untuk mengatasi permasalahan ini, melalui Pendidikan non formal anak-anak yang putus sekolah dapat diberdayakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dimana penelitian ini memaparkan berbagai data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Untuk mendapatkan validitas data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan data. Didalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Tindakan sosial. Yang dikembangkan oleh Max Weber. Max Weber menyarankan dengan dua cara yaitu Pertama dengan melalui kesungguhan, kedua dengan mencoba mengenangkan dan menyelami pengalaman si aktor. Hasil yang diperoleh setelah peneliti melakukan penelitian, adalah panti asuhan ‘Aisyiyah dalam memberdayakan anak terlantar yaitu dengan cara memberikan bekal hidup kepada anak-anak terlantar yang putus sekolah dengan cara memberikan bimbingan keterampilan, bimbingan sosial, bimbingan fisik dan bimbingan kemandirian. Keberhasilan panti asuhan ‘Aisyiyah dalam memberdayakan anak terlantar dapat di lihat dari banyaknya jumlah alumni panti yang setelah lulus dari panti langsung mendapatkan pekerjaan. Setelah anak-anak tersebut mempelajari bimbingan keterampilan, maka diharapkan mereka dapat memanfatkan keterampilan yang mereka miliki secara maksimal. Adapun saran dari hasil penelitian ini ditujukan bagi semua pihak terutama bagi pihak Pemerintah, diharapkan Pemerintah memberikan penambahan dana untuk perbaikan dan perawatan sarana dan prasaranan yang ada di Panti dan memberikan modal kepada anak asuh panti atau alumni Panti asuhan agar mereka dapat mandiri. Saran bagi pihak panti Asuhan, perlu pengingkatkan mutu dan kualitas para anak asuhnya, mengadakan pengkajian silabus untuk peningkatan program pelayanan secara profesional. Dan saran bagi anak asuh Panti, diharapkan anak asuh dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan Panti. Selain itu mereka juga harus dapat menyesuaikan semua kebiasaan atau pola hidup yang telah terjadwal dan terencana oleh pihak panti.