Abstrak


Tinjauan porositas dan permeabilitas beton dengan pasir lokal bejen dan pasir merapi serta penambahan pozzolan lumpur lapindo


Oleh :
Markus Abu Bagyo - I.0107108 - Fak. Teknik

Industri konstruksi yang berkembang signifikan melahirkan inovasi dalam pembuatan beton. Hal inilah yang menjadikan alasan untuk memanfaatkan pasir dari hasil letusan gunung Merapi sebagai bahan campuran beton dan pozzolan dari hasil kalsinasi lumpur Lapindo sebagai bahan tambah semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pozzolan lumpur Lapindo dalam presentase 5% sebagai bahan tambah semen dan variasi kadar pasir hasil letusan gunung Merapi terhadap kualitas beton ditinjau dari porositas dan permeabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Benda uji porositas sebanyak 36 sampel dan benda uji permeabilitas sebanyak 36 sampel. Variasi penggantian pasir lokal dengan pasir merapi sebesar 0%,20%,40%,60%,80% dan 100% serta variasi penambahan pozzolan lumpur lapindo sebesar 0% dan 5% dari berat semen. Pada masing-masing variasi terdiri dari 3 benda uji. Benda uji porositas adalah kubus dengan dimensi 5x5x5 cm3, sedangkan benda uji permeabilitas adalah silinder beton diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Porositas dan permeabilitas beton diuji pada umur beton 28 hari. Penggunaan replacement pasir merapi 100% terhadap berat pasir lokal dapat memperkecil nilai porositas beton dari 14,660% % menjadi 10,535% (turun 28,137%). Penggunaan bahan tambah pozzolan lumpur lapindo sebesar 5% dari berat semen pada beton (replacement pasir merapi 100%) dapat memperkecil nilai porositas beton dari 10,535% % menjadi 10,436% (turun 0,940%). Penggunaan replacement pasir merapi 100% terhadap berat pasir lokal dapat memperkecil nilai koefisien permeabilitas beton dari 9,200E-09 m/dt menjadi 5,191E-09 m/dt (turun 43,576%). Penggunaan bahan tambah pozzolan lumpur lapindo sebesar 5% dari berat semen pada beton (replacement pasir merapi 100%) dapat memperkecil nilai porositas beton dari 5,191E-09 m/dt menjadi 4,790E-09 m/dt (turun 7,725%). Penggunaan replacement pasir merapi 100% (pozzolan lumpur Lapindo 5%) pada penelitian ini dapat mencapai nilai optimum porositas sebesar 10,535% dan nilai optimum koefisien permeabilitas sebesar 4,790E-09 m/dt.