Abstrak


Perbedaan tingkat depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 obese dan non-obese di RSUD Dr. Moewardi Surakarta


Oleh :
Merida Larissa - G.0008130 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang : Timbulnya depresi lebih sering terjadi pada pasien DM tipe 2 dibanding mereka yang tidak menderita DM tipe 2. Depresi pada pasien DM tipe 2 mengakibatkan penurunan kontrol gula darah sehingga dapat meningkatkan risiko komplikasi DM. Salah satu faktor yang terkait dengan depresi adalah obesitas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi pada pasien DM tipe 2 yang obese dan non-obese di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang datang ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta bulan Mei-Juni 2011. Sampel diambil menggunakan purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari pengukuran IMT pasien, pemeriksaan rekam medis pasien, serta hasil wawancara kuesioner L-MMPI dan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) II. Data dianalisis dengan menggunakan (1) uji normalitas dengan Saphiro-Wilk dan (2) uji Mann-Withney melalui program SPSS 17.0 for Windows. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh subjek penelitian sebanyak 33 pasien DM tipe 2 yang terdiri dari 16 pasien DM tipe 2 obese dan 17 pasien DM tipe 2 non-obese. Hasil analisis data statistik menunjukkan bahwa median skor BDI II kelompok DM tipe 2 obese (9.00) lebih tinggi jika dibandingkan kelompok DM tipe 2 non-obese (5.00) dengan nilai kemaknaan p = 0.000. Simpulan : Terdapat perbedaan tingkat depresi pada pasien DM tipe 2 obese dan non-obese. Tingkat depresi pada pasien DM tipe 2 obese lebih tinggi daripada pasien DM tipe 2 non-obese.