Abstrak


Pengaruh serat abaka terhadap modulus elastisitas fly ash-based geopolymer mortar (Effect of Abaka Fibre on Elastic Modulus


Oleh :
Muhammad Priatmoko - I.1107062 - Fak. Teknik

Serat abaka adalah serat alami yang mempunyai karakteristik bagus dan memiliki kuat tarik sampai 1682,18 MPa. Maksud utama dari penambahan serat ke dalam fly ash – based geopolymer mortar adalah untuk menambah modulus elastisitasnya. Dengan adanya serat, diharapkan geopolymer mortar menjadi lebih tahan retak dan tahan benturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai modulus elastisitas (E) fly ash – based geopolymer mortar dengan bahan tambah serat abaka. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan mengadakan suatu percobaan di laboratorium, benda uji yang dipakai adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Variasi serat abaka yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1% dari volume benda uji, dengan panjang serat 1cm, 2cm dan 3cm. Faktor air binder yang digunakan 0,25 dengan modulus alkali 1,25 dan kadar aktivator 49%. Pengujian dilakukan dengan cara membebani benda uji secara bertahap hingga mencapai 40% kuat desaknya. Dari pembebanan secara bertahap akan diperoleh data perubahan panjang (ΔL) kemudian dianalisis sehingga diperoleh nilai modulus elastisitas. Analisis data menunjukkan bahwa penambahan kadar serat abaka akan meningkatkan nilai modulus elastisitas fly ash-based geopolymer mortar. Pada variasi kadar serat 0,75% menunjukkan nilai modulus elastisitas tertinggi tetapi terjadi penurunan saat penambahan serat 1%. Pada variasi panjang Serat 2cm menunjukkan nilai modulus elastisitas tertinggi tetapi terjadi penurunan pada saat variasi panjang serat 3cm. Dari persamaan regresi didapat penambahan variasi kadar serat abaka optimum untuk mendapatkan nilai modulus elastisitas maksimum berkisar 0,72% - 0,76% dari volume benda uji, sedangkan untuk penambahan variasi panjang serat abaka optimum berkisar 1,8cm – 2,3cm. Penambahan variasi kadar dan panjang serat abaka melebihi keadaan optimum cenderung akan menyebabkan nilai modulus elastisitasnya mengalami penurunan.