Abstrak


Studi pengelolaan sampah perkotaan berbasis peran serta masyarakat menuju zero waste di kabupaten Ngawi


Oleh :
Hengky Pudjisuryanto - S.4210027 - Pascasarjana

Meningkatnya jumlah dan jenis sampah di kota-kota besar telah jauh melebihi kapasitas pelayanan dan sarana pengelolaan sampah yang ada, sehingga jumlah sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) semakin melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan sampah di TPA Selopuro, serta menganalisis peran para pihak (stakeholder) dan alternatif tata kelola sampah yang efektif dan efisien di TPA Selopuro. Berdasarkan hasil analisis dengan metode perbandingan berpasangan (pairwise-comparison), kebijakan pemerintah memiliki skor tertinggi, artinya bahwa keberhasilan pengelolaan sampah kota dengan konsep zero waste di TPA Selopuro memerlukan komitmen dan tanggungjawab moral pembangunan dari pihak pemerintah dalam bentuk kebijakan, sehingga pengelolaan sampah kota di TPA dapat dilakukan secara efektif, efisien, terintegrasi, dan sinkron dengan sistem kelembagaan dan tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing pihak yang terlibat. Pemerintah merupakan aktor yang paling penting dalam pengelolaan sampah kota di TPA Selopuro artinya pemerintah diharapkan mampu memfasilitasi setiap kegiatan pengelolaan sampah dari sistem pengangkutan sampai pada pemusnahan sampah di TPA. Dalam menjalankan program pengelolaan sampah kota berbasis partisipasi masyarakat menuju zero waste, tentunya didukung olah para stakeholder yang terkait seperti pihak swasta, masyarakat, dan pemulung. Melalui kebijakan pengelolaan sampah dengan pendekatan zero waste oleh pemulung di TPA Selopuro, dengan melibatkan seluruh stakeholder yang terkait, diharapkan konsep zero waste ini dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat adanya penumpukan sampah, mengurangi beban pemerintah dalam menanggulangi biaya operasional pengelolaan sampah, memberdayakan masyarakat sekitar TPA sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial dan konflik tentang keberadaan TPA yang diikuti dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut The increasing of waste type and amount in metropoliss have far exceeded service capacities and medium management of existing waste, so that the amount of waste which step into TPA ( Final Place Of Exile) progressively abundance. This research aim to to know pattern management of waste inTPA Selopuro, and also analyse role of the parties ( alternative and stakeholder) arrange efficient and effective waste management in TPA Selopuro. Pursuant to result of analysis of pairwise-comparison, policy of government have highest score, its meaning that efficacy of management of town waste with concept of zero waste in TPA Selopuro need and comitment of responsibillity development of governmental in the form of policy, so that management of town waste in TPA can be done effectively, efficient, integrated, and synchronize with institute system and target which wish to be reached by each side in concerned. Government represent top-drawer actor in management of town waste in its TPA Selopuro meaning of government expected by facility can each; every activity of management of waste of transportation system come up with destruction of waste in TPA. In running program management of town waste base on society participation go to waste zero, is it is of course supported to process all related/relevant stakeholder like private sector, society, and pemulung. Through policy of waste management with approach of zero waste by pemulung in TPA Selopuro, by entangling all stakeholder which is relevant to be, expected by concept of zero waste can lessen impact contamination of environment effect of existence of heaping of waste, lessening government responsibility in overcoming operating expenses management of waste, powered of society around TPA so that can lessen social difference and conflict about existence of TPA followed with make-up of growth of society economics area.