Abstrak


Solo batik center dengan konsep arsitektur metafora


Oleh :
Adhitya Raka Saputra - I. 0206026 - Fak. Teknik

Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang bernilai seni tinggi. Dari dulu sampai sekarang budaya batik dapat bertahan meski pernah mengalami masa–masa sulit. Namun seiring dengan perkembangan zaman, meskipun mulai booming dipasaran tapi hanya sedikit dari generasi muda yang mengenal budaya batik secara mendalam. Sedangkan generasi tua yang paham tentang kebudayaan batik semakin sedikit. Hal ini dikhawatirkan budaya batik hanya tinggal menjadi kain bermotif batik, tanpa mengenal nilai– nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Surakarta sebagai salah satu kota budaya di Indonesia menyimpan potensi yang cukup memadai dalam hal budaya batik. Kota ini memiliki corak batik khas yang berbeda dengan kota-kota lain. Ditunjang dengan perkembangan kota ini yang semakin maju, batik khas Surakarta dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan sekaligus dilestarikan. Berawal dari hal tersebut maka dibutuhkan suatu wadah yang dapat memayungi kerajinan seni batik, agar tetap berkembang dan terus lestari. Dengan demikian, batik diharapkan dapat menjadi warisan budaya yang tetap dapat dinikmati hingga anak cucu, sekaligus menjadi kebanggaan bangsa. Wadah yang dimaksud adalah museum yang menjadi sarana edukasi, konservasi, sekaligus pendidikan. Pengembangan fungsi-fungsi tersebut dalam satu kawasan diharapkan mampu menjadikan museum sebagai media yang mampu menjawab permasalahan tentang upaya pelestarian budaya batik. Batik is an Indonesian national heritage of high artistic value. Past and present, culture of batik can survive despite never having tough times. But along with the times, although it began to “boom” in the market, but only a few of the younger generation who know batik culture as a whole. While the older generation who know about the culture of batik waned. It is feared to be the only know cultural batik as batik cloth, without knowing the cultural values contained in it. Surakarta as one of the cultural city in Indonesia holds the potential that is sufficient in terms of culture of batik. The city has a distinctly different style batik with other cities. Supported by the development of this city are more advanced, unique batik Surakarta is considered to have great potential to be developed as well conserved. Starting from these conditions, the need for a container that can be suport the art of batik craft, in order to remain sustainable and continue to grow. Thus, the batik is expected to be a cultural heritage that can still be enjoyed by next generation, as well as a proud nation. Container in question is a museum that became the means of education, conservation, education as well. The development of these functions in one region is expected to make the museum as a medium that address issues of batik’s cultural preservation.