Abstrak


Isolasi, identifikasi, dan uji antibakteri minyak atsiri daun ketapang ( terminalia catappa, l ) terhadap bacillus cereus, salmonella typhi, neisseria gonorrhoeae, dan shigella dysenteriae.


Oleh :
Dwi Ayu Novianti - M.0307009 - Fak. MIPA

Isolasi, identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang temu mangga (Curcuma mangga Val) telah dilakukan. Isolasi minyak atsiri dilakukan dengan destilasi Stahl. Minyak atsiri hasil destilasi dianalisis dengan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) untuk mengetahui komponen-komponen penyusunnya. Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang Curcuma mangga Val telah dilakukan terhadap Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, dan Shigella flexneri dengan metode difusi agar. Kadar minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,21%(v/b). Minyak atsiri rimpang Curcuma mangga Val didominasi oleh senyawa golongan monoterpen (94,99%). Komponen utama penyusunnya adalah senyawa -mirsen (59,38%), -pinen (22,83%), -pinen (3,82%), cis-osimen (3,02%), 1,8-sineol (1,49%), dan trans-kariofilen (1,17%). Bacillus cereus dan Streptococcus pyogenes memiliki Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 0,175%, Staphylococcus epidermidis sebesar 0,04%, sedangkan Shigella flexneri sebesar 0,5%. Potensi antibakteri minyak atsiri dibanding amoksisilin pada Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, dan Shigella flexneri berurutan adalah 7,46.10-4%, 8,37.10-4%, 7,86.10-4%, dan 1,13.10-4%. Potensi antibakteri minyak atsiri dibanding kloramfenikol pada Bacillus cereus, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pyogenes, dan Shigella flexneri berurutan adalah 6,96.10-3%, 7,02.10-3%, 6,45.10-3%, dan 6,73.10-3%. Sehingga potensi antibakteri minyak atsiri rimpang Curcuma mangga Val terhadap keempat bakteri uji jauh lebih kecil dibandingkan dengan antibiotik sintesis amoksisilin dan kloramfenikol.