Abstrak


Peramalan kurs euro terhadap rupiah menggunakan model asymmetric power autoregressive conditional heteroscedasticity (APARCH)


Oleh :
Bondra Uji Pratama, - M.0107075 - Fak. MIPA

Model ARMA memiliki asumsi homoscedasticity sedangkan model ARCH dan GARCH mempunyai asumsi heteroscedasticity. Ketiga model ini tidak mempunyai asumsi bahwa penurunan harga (bad news) maupun peningkatan harga (good news) memberikan pengaruh yang tidak simetris terhadap volatilitasnya, yang biasa dikenal dengan istilah leverage effect. Namun, data kurs euro terhadap rupiah mempunyai sifat heteroscedasticity dan leverage effect. Adanya heteroscedasticity dan leverage effect dapat diselesaikan menggunakan model Asymmetric Power Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (APARCH). Tujuan skripsi ini adalah menentukan model runtun waktu yang sesuai untuk kurs euro terhadap rupiah. Model yang sesuai tersebut digunakan untuk meramalkan data kurs euro terhadap rupiah. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah penerapan kasus. Data yang digunakan untuk peramalan adalah kurs euro terhadap rupiah periode 28 Januari 2002 sampai 27 September 2011. Model APARCH yang terbaik dapat dipilih berdasarkan nilai Akaike Info Criterion (AIC) dan Schwarz Criterion (SC). Model terbaik untuk meramalkan data kurs euro terhadap rupiah adalah model APARCH(2,1) dengan model ARMA(0,1) sebagai model rata-rata bersyaratnya. Nilai ramalan data kurs euro terhadap rupiah untuk 7 periode berikutnya mendekati data aslinya. Hal ini ditunjukkan dengan semua nilai data asli 7 periode ke depan berada di dalam interval konfidensi 95%, yang berarti tingkat kepercayaan hasil ramalan sebesar 95%. Hal ini diperkuat dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang relatif kecil yaitu 0,628597%.