Abstrak


Evaluasi fungsi bangunan dam pengendali di Sub Das Musi Hulu


Oleh :
Desy Ria Anita - S941008006 - Pascasarjana

Sub DAS Musi Hulu merupakan daerah aliran sungai lintas kabupaten, yakni Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang yang sebagian besar terletak di Kabupaten Rejang Lebong. Permasalahan utama DAS Musi ini adalah kawasan hutan di daerah hulu (up-stream) sebagai penyokong utama fungsi DAS banyak yang telah beralih fungsi. Kondisi ini dapat mendegradasi fungsi ekohidrologi di daerah tangkapan air (catchment area). Kegiatan yang harus dilakukan adalah merehabilitasi wilayah hulu/upstream dengan pola-pola rehabilitasi yang tepat. Pemerintah dalam hal ini Departemen Kehutanan Cq. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) telah melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah pembuatan dam pengendali. Di Kabupaten Rejang Lebong khusus untuk Sub DAS Musi Hulu telah dibangun 13 dam pengendali yang efektifitasnya dalam mengendalikan erosi dan sedimentasi belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini secara garis besar adalah untuk mengetahui efektifitas dam pengendali dalam mengendalikan erosi dan sedimentasi yang terjadi pada Sub DAS Musi Hulu dan kemungkinan fungsi lain dalam bidang pertanian. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah: (1). Mengumpulkan data primer dan data sekunder untuk mendapatkan nilai pembentuk erosi yaitu erosivitas hujan (R), Erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C), dan konservasi tanah (P). (2). Analisis erosi dan sedimentasi dengan metode USLE berbasis SIG menggunakan software ArchGIS 9.3 dari ESRI. (3) Analisis kondisi fisik dam pengendali untuk mendapatkan nilai efektifitas pengendalian erosi dan sedimentasi. (4). Menemukan cara meningkatkan fungsi dam pengendali. (5) Analisis Water Balance untuk mendapatkan keandalan dam pengendali dalam mensuplai kebutuhan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dam pengendali pada Sub DAS Musi Hulu sebagian besar gagal dalam mengendalikan erosi dan sedimentasi yang terjadi dengan nilai efektifitas rata-rata sebesar 16,80%. Erosi pada Sub DAS Musi Hulu sebesar 510.032 ton/thn dengan hasil sedimen yang berpotensi terjadi sebesar 179.307 ton/thn hanya dapat tertampung sebesar 30.127 ton/ha. Dam pengendali Sentral Baru dan Kampung Melayu dapat berfungsi untuk pertanian dengan faktor pemenuhan irigasi pada musim kemarau rata-rata sebesar 26,72% dan 63,39% dan pada musim hujan rata-rata sebesar 55,62% dan 97,30%. Metode perbaikan untuk memanfaatkan dam pengendali dalam bidang pertanian antara lain: perbaikan pintu air, perbaikan lantai saluran pengambilan, perbaikan lantai dan dinding saluran diversi, pembangunan bangunan bak pembagi, dan penambahan saluran diversi menuju bangunan bak pembagi