Abstrak


Pengaruh Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Anaerob dan Aerob Dari Biomassa Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea.L)


Oleh :
Heru Yudi Purwanto - S900809007 - Pascasarjana

Penggunaan pupuk di dunia terus meningkat sesuai dengan bertambah luasnya areal pertanian. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus menyebabkan pengerasan tanah yang berakibat tanah sulit diolah. Kotoran ayam merupakan biomassa limbah peternakan ayam yang pemanfaatannya belum optimal, penggunannya sebagai pupuk tanaman tanpa melalui pengelolaan terlebih dahulu. Oleh karena itu aplikasi pupuk fermentasi anaerob dan aerob terhadap suatu tanaman perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kandungan unsur pada pupuk organik kotoran ayam sistem pengolahan fermentasi secara anaerob dan aerob, (2) Mengetahui ada tidaknya perbedaan kandungan nutrisi dalam pupuk organik, melalui pengolahan fermentasi aerob dan anaerob, (3) Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman sawi dengan perlakuan interaksi antara pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik kotoran ayam dengan sistem pengolahan fermentasi anaerob dan aerob Penelitian mengunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu:jenis fermentasi dan konsentrasi pupuk. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun diamati perminggu. Biomassa, berat basah, berat akar, berat tajuk, volume akar dan luas daun diamati pada akhir penelitian. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANAVA). Apabila terjadi perbedaan di uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian diperoleh kandungan makro nutrient (N, P, K) pada pupuk yang difermentasi secara aerob lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk yang difermetasi secara anaerob yaitu 1,32%, 1,32 % dan 1,80 %. Penggunaan pupuk dengan fermentasi secara aerob mampu meningkatkan berat basah, biomassa , berat akar , berat tajuk, volume akar, dan luas daun jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk anaerob yaitu 76,8 gr, 3,740 gr, 3,75, 73,00 gr, 3,35 gr, 128,41 cm2. Pemberian dosis 300 gr pada tanaman sawi mampu meningkatkan berat basah tanaman 75,67 gr, berat tajuk 72,33 gr, dan luas daun 133,43 cm2.dibandingkan dengan pemberian dosis 100 gr dan 500 gr pada pemakaian pupuk aerob.