Abstrak


Perbaikan postur kerja dengan merancang ulang meja printing menggunakan metode reba dan pendekatan biomekanik (Studi Kasus : PT Danar Hadi Santosa)


Oleh :
Muchamad Catur Setiawan - I.1307016 - Fak. Teknik

Di Kota Solo terdapat berbagai macam kerajinan penghasil kain batik, salah satunya PT Danar Hadi Santosa. Kain batik yang dihasilkan perusahaan ini antara lain kain batik dari proses sablon (printing). Berdasarkan hasil pengamatan pembuatan batik printing dari proses awal sampai selesai diketahui pada saat proses printing terdapat ketidak nyamanan pada waktu bekerja, ketidak nyamanan ini bisa dilihat dari aktivitas yang dilakukan berulang secara terus-menerus dengan beban angkatan yang besar, serta sikap kerja yang dilakukan operator tidak alamiah misalnya pergerakan tangan terangkat dan punggung yang terlalu membungkuk. Dari hasil kuesioner nordic body map rata-rata keluhan tingkat rasa sakit terbesar antara lain yaitu pada bagian punggung, lengan dan betis. Penelitian ini dimulai dari identifkasi keluhan rasa sakit yang diakibatkan oleh postur kerja operator yang tidak alamiah, hal ini bisa dilihat dari penilaian menggunakan metode REBA. Selain itu keluhan rasa sakit ditimbulkan oleh segmen tubuh yang menerima pembebanan yang besar antara lain di bagian punggung, paha dan betis hal ini dapat dilihat dari perhitungan gaya dengan metode local refferency system (LRS). Karena adanya permasalahan tersebut dilakukan perbaikan postur kerja dengan merancang ulang meja printing yang berprinsipkan ergonomi. Perancangan meja printing dilakukan dengan pendekatan anthropometri. Tahapan dalam perancangan ulang meja printing ini terdiri dari identifikasi kebutuhan, pembangkitan gagasan (idea) atau alternative. Komponen dan mekanisme kerja dirancang untuk mengatasi keluhan rasa sakit tanpa mengurangi kepresisian hasil printing. Berdasarkan hasil perancangan ulang meja printing ini sekaligus dapat memperbaiki postur kerja dari operator hal ini dibuktikan dari hasil pemodelan setelah dilakukan penilaian sekor REBA menjadi turun resikonya, serta berdasarkan analisis menggunakan metode local refferency system (LRS) gaya setelah perbaikan sistem kerja, terjadi pengurangan gaya di tiap segmen tubuh operator, sedangkan pada posisi kerja operator tegak lurus dan tidak terdapat gaya yang terjadi pada punggung (body), paha (thigh) dan betis (shank), sehingga posisi tubuh dinyatakan aman dan dapat mengurangi resiko keluhan.