Abstrak


Perbandingan Efek Antifungi Minyak Atsiri Biji Adas (Foeniculum vulgare Mill.) dengan Flukonazol terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In vitro


Oleh :
Septina Anggi Puspitawati - G.0007019 - Fak. Kedokteran

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek antifungi minyak atsiri biji adas (Foeniculum vulgare Mill.) dengan flukonazol terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental kuasi laboratorik dengan teknik random sampling. Subyek penelitian adalah suspensi Candida albicans yang setara dengan Standar Brown II. Minyak atsiri yang digunakan berasal dari biji tanaman adas dilarutkan dengan PEG 400 M sehingga didapat konsentrasi 1,5625%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Subyek diinokulasikan pada agar Sabouraud yang memiliki sumuran berdiameter 5 mm yang telah diisi dengan minyak atsiri dari berbagai konsentrasi, flukonazol 25 μg dan kontrol negatif. Hasil diameter zona hambatan yang dihasilkan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney dan uji Regresi Linier dengan  = 0,05. Hasil : Seluruh tingkat konsentrasi minyak atsiri biji tanaman adas menunjukkan aktivitas hambatan terhadap Candida albicans. Minyak atsiri konsentrasi 100% memiliki aktivitas antifungi tertinggi melebihi flukonazol dengan diameter rerata sebesar 44 mm, namun tidak signifikan secara statistik (p=0,153). Pada konsentrasi 80,5% minyak atsiri biji adas dapat membentuk diameter zona hambat pertumbuhan Candida albicans sebesar diameter zona hambat yang dibentuk flukonazol 25 µg. Simpulan : Minyak atsiri biji tanaman adas konsentrasi 100% memiliki efektivitas yang setara dengan flukonazol dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro dengan nilai p = 0,513. Pada konsentrasi 80,5% minyak atsiri dapat membentuk diameter zona hambat pertumbuhan Candida albicans yang sama besarnya dengan flukonazol 25 µg.