Abstrak


Kinerja Sistem Irigasi Daerah Irigasi (Di) Krisak Kabupaten Wonogiri


Oleh :
Endah Aryuningsih Tri Rahajeng - S941008001 - Pascasarjana

Sistem irigasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu: prasarana fisik, produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Bangunan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat bertambahnya umur bangunan atau pengaruh ulah manusia. Evaluasi pelaksanaan pembagian air melalui Rasio Pelaksanaan Pembagian Air (RPPA) perlu dilakukan sehingga konflik air tidak terjadi. Metode penelitian dilakukan dengan cara penelusuran jaringan irigasi untuk mendapatkan data kondisi prasarana fisik. Wawancara dan data sekunder digunakan untuk mendapatkan data produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan P3A. Simulasi upaya peningkatan kinerja dilakukan dengan memperbaiki masing-masing aspek untuk memahami aspek mana yang lebih sensitif. Hasil penilaian Kinerja Sistem Irigasi DI Krisak dengan menambahkan komponen RPPA adalah 69,74%, yang berarti berkinerja Baik (70% s/d 79%). Kinerja meningkat menjadi 80,10%, jika aspek dokumentasi selalu diperbarui dan pada prasarana fisik dilakukan rehabilitasi dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan. Simulasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa aspek yang tidak melibatkan perseorangan atau kelompok secara langsung lebih sensitif daripada aspek yang melibatkan perseorangan atau kelompok secara langsung dalam upaya peningkatan kinerja sistem irigasi.