Abstrak


Solo Kriya Komunal Didalam Konteks Pengembangan Kawasan Gilingan Menuju Sentra Industri Mebel dan Kampung Wisata Industri Mebel


Oleh :
Zuyyina Alfa Hasani - I.0206117 - Fak. Teknik

Pasar mebel Gilingan sudah dikenal sebagai pusat jual beli barang-barang kerajinan terutama dalam bentuk mebel almari, kursi dan meja di Surakarta. Keberadaanya sangat menunjang geliat masyarakat baik penjual, distributor, konsumen, pengusaha dan pengrajin mebel yang ada di kota Solo ini. Sangat potensial, sebanding dengan perkembangan pasar itu sendiri. Tidak hanya di dalam kota, melainkan pasar sudah dikenal di kota tetangga seperti halnya Sragen, Karanganyar, Boyolali dan Klaten serta beberapa kota yang menjadi langganan tetap pasar Mebel Gilingan ini. Tidak hanya berkegiatan jual beli, seperti halnya tipikal pasar tradisional pada umumnya, kegiatan utama pasar sebagai tempat finishing mebel yang semula berbentuk setengah jadi menjadi barang jadi dan juga sebagai wadah berlangsungnya interaksi sosial layaknya pasar sebagai kegiatan perekonomian. Gagasan awal proyek tugas akhir ini berasal dari sebuah respon atas adanya fenomena dan gejala pertumbuhan permintaan pasar akan industri kreatif, terutama dalam bidang kerajinan ini. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi dan latar belakang yang dapat ditemukan sekarang ini baik secara global maupun secara khusus di kota Solo tersebut. Permasalahan arsitektural disimpulkan dari evaluasi kinerja bangunan Pasar Mebel Gilingan, solusi yang dilakukan yaitu perancangan ulang (redesain) pasar pada lokasi yang sama dan juga menambahkan fungsi serta kegiatan yang ada tetapi tidak menghilangkan kegiatan utama sehingga secara tidak langsung membantu menumbuhkan semangat dan ide baru dalam meningkatkan mutu dan kwalitas baik barang yang dihasilkan maupun sistem secara umum kegiatan yang ada di dalam Pasar Mebel ini. Idenya, pasar selain sebagai tempat perdagangan juga menjadi wahana yang rekreatif. Kreasi dan inovasi pada desain memberikan signifikasi dengan bangunan pasar yang lain, menciptakan pengalaman ruang yang baru, yang dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk paling tidak sekedar mengunjungi pasar. Sehingga dengan perkembangan tersebut memberi pengaruh terhadap lingkungan sekitar yangmana lingkungan tersebut sebagian besar kegiatannya akan bersumbu pada lokasi Pasar Mebel ini sehingga menjadi sebuah kawasan yang kental akan ciri khas dan kekhasan lokal berupa kerajinan mebel. Konsep arsitektur yang berfungsi sebagai pusat dan tempat komunal pada aspek kegiatan serta fasilitasnya menjadi satu konep yang diangkat sebagai bagian dari kreasi inovatif pada desain Pasar Mebel Gilingan. Penerapan ini berfungsi untuk menciptakan kondisi sarana dan prasarana berupa fasilitas dan ide kegiatan baru yang sebisa mungkin dapat menytimulasi untuk dapat meningkatkan tidak hanya dalam site pasar tetapi juga dengan lingkungan kawasan sekitarnya.