Abstrak


Pengaruh perendaman naoh terhadap kekuatan impak komposit sandwich bambu kertas yang bersifat serap bising


Oleh :
Girindra Wahyu Mukti - I.1307009 - Fak. Teknik

Serat alam yang berasal dari serat bambu dimanfaatkan untuk pembuatan skin sebagai pemerkuat core dari limbah kertas HVS yang telah diteliti sebelumnya pada tahun 2010 dimaksudkan untuk memperkuat core komposit menjadi komposit sandwich yang digunakan sebagai penyekat ruang. Pembuatan komposit sandwich ini dibuat dengan dua tahapan, yang pertama dengan membuat core dari kertas HVS dengan perekat lem kanji dengan metode cetak tekan hidrolis dengan pemadatan 4 : 1 yang diperoleh dari penelitian terdahulu. Tahapan kedua dengan membuat skin dari serat bambu dianyam terlebih dahulu, kemudian direndam pada NaOH. Perendaman NaOH dimaksudkan untuk menghilangkan zat lilin yang terkandung dalam bambu dimaksudkan untuk memperkuat daya rekat resin. Setelah dilakukan perendaman dengan NaOH dilakukan penambahan resin pada serat bambu dengan sisitem hand lay-up dengan rasio komposisi untuk skin pejal pada bagian belakan core 20% bambu dan 80% resin serta 30% bambu dan 70% resin dan untuk bagian depan dengan komposisi 70% bambu dan 30% resin. Pengujian impaknya menggunakan ASTM D : 5942-96 dan uji serap bisingnya ASTM E 1050-98. Hasil penelitian menunjukkan komposisi resin terhadap bambu dan perendaman NaOH berpengaruh terhadap kekuatan impak. Hasil impak teringgi terdapat pada perndaman 30 menit dan pada komposisi resin 20% bambu dan 80% resin pada bagian belakang serta 30% resin dan 70% bambu dan untuk bagian depan dengan nilai 31,1 x 10-3 J/mm2. Untuk hasil serap bunyi Koefisien serap bunyi diukur pada frekuensi audiosonik pada frekuensi 20 Hz, 100 Hz, 200 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 5000 Hz, 10000 Hz dan 20000 Hz. Spesimen komposit ini pada frekuensi 1000 Hz memiliki nilai α = 0.40 dan pada center frekuensi 2000 Hz α = 0.523.