Abstrak


Strategi Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Cukai (Kppbc) Tipe Madya Pabean Yogyakarta Dalam Optimalisasi Pemungutan Cukai Hasil Tembakau


Oleh :
Ceria Alamiyati - D.0107035 - Fak. ISIP

Cukai merupakan pungutan pajak tidak langsung. Pungutan cukai terhadap Barang kena Cukai (BKC) dimaksudkan agar konsumsi terhadap barang-barang yang mempunyai dampak negatif bagi kesehatan dan ketertiban umum dapat diawasi. Tembakau dan industri hasil tembakau mempunyai peran penting dalam perekonomian nasional, karena mampu menyediakan lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung bagi 6,4 juta orang. Rokok ilegal menjadi ancaman kalangan pengusaha dan negara. Bagi pemerintah, sudah pasti potensi penerimaan negara akan berkurang akibat beredarnya rokok illegal. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Yogyakarta mempunyai wewenang di wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah senantiasa melakukan pengawasan dan pelayanan agar cukai hasil tembakau yang diterima bisa optimal dan tidak ada lagi cukai rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitataif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu informan yang mengerti seluk beluk strategi optimalisasi pemungutan cukai hasil tembakau oleh KPPBC Tipe Madya Pabean Yogyakarta dan arsip-arsip. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, penulis mengumpulkan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi data dimana peneliti mengumpulkan data yang sama dari sumber data yang berbeda, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator yang digunakan dalam penelitian Strategi Optimalisasi Pemungutan Cukai Hasil Tembakau yaitu penegasan batasan obyek cukai, penyempurnaan sistem administrasi pungutan cukai, peningkatan upaya penegakan hukum (Law enforcement), dan pembinaan pegawai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum Strategi KPPBC Tipe Madya Pabean Yogyakarta dalam Optimalisasi Pemungutan Cukai Hasil Tembakau dapat dikatakan berhasil terlihat dari berkurangnya rokok xiii ilegal yang beredar dan meningkatnya pendapatan dari sektor cukai. Dalam pemungutan cukai hasil tembakau tidak terlepas dari faktor pendukung seperti amanat dari Undang-undang, target penerimaan cukai yang telah ditetapkan serta faktor penghambat yaitu belum adanya koordinasi yang baik, terbatasnya SDM, dan sarana dan prasarana yang kurang dimanfaatkan