Abstrak


Polemik Pabrik Saripetojo Dalam Media ”Studi Analisis Framing Pemberitaan Polemik Pembangunan Mal Di Bekas Pabrik Es Saripetojo Solo Pada Surat Kabar Harian Umum Solopos dan Suara Merdeka Periode Juni Hingga Juli 2011”


Oleh :
Astri Wulansari - D.0207038 - Fak. ISIP

Penelitian ini didasari atas ketertarikan peneliti pada peristiwa polemik pabrik Es Saripetojo yang sempat fenomenal pada waktu itu. Kefenomenalan polemik Saripetojo tersebut tidak lepas dari campur tangan para pekerja media. Baik media cetak maupun media elektronik meliput peristiwa polemik yang disebabkan oleh rencana Gubernur yang akan membangun mal di lahan bekas Saripetojo. Media massa dalam memberitakan suatu peristiwa telah melakukan konstruksi, yaitu mengubah realitas empirik (first reality) menjadi sebuah realitas simbolik (second reality). Oleh karenanya, media disebut agen pengonstruksi realitas. Sehingga ini menjadi latar belakang penelitian untuk mengetahui konstruksi media yang tersirat di balik teks berita atas peristiwa yang menyangkut Saripetojo. Media yang dipilih untuk diketahui konstruksi realitasnya adalah Harian Umum Solopos dan Suara Merdeka. Dalam penelitian teks berita Saripetojo ini digunakan pendekatan analisis framing. Framing adalah teknik analisis teks media dengan mencermati strategi seleksi -menyembunyikan dan menonjolkan- fakta dalam berita. Dan peneliti memanfaatkan model analisis framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki, yang menganalisis dengan melihat empat elemen dalam teks berita, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Setelah melakukan analisis, diperoleh hasil bahwa Harian Umum Solopos sebagai surat kabar lokal membingkai peristiwa polemik pabrik Saripetojo ini cenderung lebih menonjolkan atau menekankan pada aspek bahwa Saripetojo sebaiknya menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) daripada harus dibangun pasar modern seperti rencana Gubernur Jawa Tengah. Sedangkan Suara Merdeka sebagai surat kabar regional membingkai peristiwa Saripetojo dengan lebih menonjolkan atau menekankan pada substantif bahwa status Saripetojo sebagai benda cagar budaya perlu dikaji dan rencana pembangunan mal oleh gubernur perlu dipertimbangkan