Abstrak


Pengaruh pemberian berbagai konsentrasi 2,4-d dan bap terhadap pembentukan kalus purwoceng (pimpinella pruatjan) secara in-vitro


Oleh :
Sekar Intias - H.0107082 - Fak. Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi 2,4-D yang tepat pada pembentukan kalus purwoceng, untuk mengetahui konsentrasi BAP yang tepat pada pembentukan kalus purwoceng, dan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi 2,4-D dan BAP untuk pembentukan kalus purwoceng secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Maret sampai November 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan.. Faktor pertama yaitu perlakuan 2,4-D dengan konsentrasi 0 ppm, 0,25 ppm, 0,5 ppm, dan 0,75 ppm. Faktor kedua yaitu perlakuan BAP dengan konsentrasi 0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, dan 1,5 ppm. Kedua faktor tersebut dikombinasikan dan tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Variabel pengamatan meliputi saat muncul kalus, warna kalus, tekstur kalus, perbandingan kalus yang baik saat muncul akar, jumlah akar, saat muncul tunas, jumlah tunas, saat muncul daun, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan 2,4-D (0,75 ppm) tanpa BAP paling baik dalam menginduksi kalus, kombinasi perlakuan 2,4-D (0,75 ppm) dengan BAP (1,5 ppm) mengakibatkan kalus tetapi sedikit, dan kombinasi perlakuan 2,4-D (0,5 ppm) dengan BAP (1,0 ppm) menghasilkan kalus terbanyak.