Abstrak


Manajemen pemeliharaan sapi di balai pembibitan ternak unggul sapi bali kabupaten Jembrana provinsi Bali


Oleh :
Rohana Febrin Radiastuti - H. 3409023 - Fak. Pertanian

Praktek Magang bertujuan untuk mengetahui Manajemen pemeliharaan Sapi Bali. Pelaksanaan magang pada tanggal 6 Februari sampai dengan tanggal 6 Maret 2012. Di Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali di Jalan Raya Gilimanuk-Denpasar, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Metode dasar yang digunakan dalam praktek magang ini adalah Praktek Lapang, Observasi, Wawancara dan Sumber Data (Data Primer dan Data Sekunder). Pengambilan lokasi praktek magang disesuaikan dengan kajian Manajemen Pemeliharaan Sapi Bali yakni di Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali yang merupakan salah satu instansi pemerintah yang peduli akan kelestarian plasma nutfah Sapi Bali Sapi Bali merupakan salah satu jenis sapi asli Indonesia yang telah lama dibudidayakan dan telah menyebar ke berbagai penjuru Nusantara, dengan demikian adaptabilitas Sapi Bali terhadap iklim dan lingkungan tropis tidak diragukan. Beberapa tahun yang lalu terjadi penurunan mutu genetik dari Sapi Bali karena adanya pemotongan betina produktif dan eksport sapi Bali yang tidak terkendali sehingga populasi Sapi Bali sendiri mengalami penurunan yang sangat drastis kemudian diikuti kesalahan manajemen pembibitan dan pemeliharaan sehingga terjadi kasus inbreeding massal yang akhirnya mengakibatkan semakin menurunnya mutu genetik Sapi Bali. Sebagai ternak potong, teknik pembudidayaan dan pemeliharaan sapi Bali perlu ditingkatkan untuk meningkatkan produktifitas, kualitas hasil, dan efisiensi usaha melalui penerapan teknologi yang maju dan tepat guna. Manajem Pemeliharaan yang digunakan adalah semi intensif atau digembalakan. Pakan diberikan dua kali setiap harinya dengan hijauan dan konsentrat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan setiap hari. Sapi sakit akan dikandangkan. Kandang yang digunakan bertipe Head To Head dan Tail To Tail. Manajemen pemeliharaan yang ada di BPTU Sapi Bali menjadi contoh peternakan sapi di Indonesia. The purpose of this apprenticeship practice is to know the maintenance management of Bali Cattle. The realization of this apprenticeship was on 6th of February to 6th of March 2012 in Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali, in Gilimanuk-Denpasar Raya Street, the village Pangyangan, District Pekutatan, Jembrana, Province of Bali. The basic method that was used in this apprenticeship practice was Field Practice, Observation, Interview and Data Sources (Primery Data and Secondary Data). While the location for this apprenticeship practice was adjusted to the study the Maintenance management of Bali Cattle in Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali which is one of the government agency that cares about the preservation of germplasm Bali Cattle. Bali Cattle is one of the cattle breeds native to Indonesia which has long been cultivated and has spread to various parts of the archipelago, Bali Cattle thus adaptability to climate and tropical environment are not in doubt. Several years ago there was a decline in genetic quality of Bali Cattle because of the cuts and productive female Bali Cattle exports are not controlled so that the Bali Cattle population has decreased very rapidly followed by seeding and maintenance of mismanagement resulting in cases of massive inbreeding that eventually resulted in the decline genetic quality of Bali Cattle. As livestock, cultivation techniques and the maintenance of Bali Cattle need to be improved to enhance productivity, quality results, and business efficiency through the application of advanced technology and efficient. Maintenance manajement used is semi-intensive or grazed. Feed given twice daily with forages and concentrates. Health checks done every day. Ill be grounded cow. Type of cage used are Head To Head and Tail To Tail. Maintenance management in BPTU Sapi Bali an example dairy farms in Indonesia.