Abstrak


Peningkatan pemahaman konsep bangun ruang melalui model pembelajaran siklus pada siswa Kelas Iv Sd Negeri Kwangen I Gemolong Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012


Oleh :
Ery Susilowati - K.7108137 - Fak. KIP

Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang melalui model pembelajaran siklus pada siswa kelas IV SD Negeri Kwangen I Gemolong Sragen tahun Pelajaran 2011/2012, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran siklus pada siswa kelas IV SD Negeri Kwangen I Gemolong Sragen tahun pelajaran 2011/2012, (3) mendeskripsikan implementasi penerapan model pembelajaran siklus dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang pada siswa kelas IV SD Negeri Kwangen I Gemolong Sragen tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK).Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Kwangen I Gemolong Sragen yang berjumlah 19 siswa.Sumber data berasal guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, dokumentasi, dan tes.Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Prosedur penelitian dilaksanakan dalam bentuk siklus yang berulang-ulang, yang mencakup empat langkah, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran siklus dapat meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang dan aktivitas belajar siswa kelas IV SD Negeri Kwangen I Gemolong Sragen tahun pelajaran 2011/2012.Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya persentase pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa pada siklus I, siklus II, dan siklus III. Peningkatan nilai rata-rata kelas pemahaman konsep bangun ruang yaitu nilai rata-rata sebelum tindakan 57.3 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 71.45,meningkat lagi pada siklus II menjadi 73.7, dan meningkat lagi pada siklus III yaitu 84,7. Sedangkan dari segi persentase ketuntasan pemahaman konsep bangun ruang melalui model pembelajaran siklus sebelum tindakan ketuntasan sebesar 36.84% atau 7 siswa, kemudian pada siklus I ketuntasan belajar meningkat sebesar 63.16% atau 12 siswa, pada siklus II ketuntasan belajar meningkat sebesar 78.9% atau 15 siswa, dan pada siklus III meningkat lagi sebanyak 89.5% atau 17 siswa. Penerapan model pembelajaran siklus juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa sebelum tindakan 1.56 yang kemudian meningkat pada siklus I menjadi 1.94, kemudian meningkat lagi pada siklus II yaitu 2.70, dan meningkat lagi pada siklus III yaitu 3.56.