Abstrak


Pengaruh Intensitas Kebisingan Kereta Api Terhadap Gangguan Pendengaran Pada Masyarakat Tegalharjo Yang Tinggal Di Pinggiran Rel Kereta Api


Oleh :
Sri Lujeng Agustiani - R.0208081 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang : Salah satu jenis transportasi darat yang cukup diminati oleh masyarakat adalah kereta api. Perkeretaapian tidak saja memberi dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga kemungkinan dampak negatif berupa pencemaran udara akibat kebisingan. Keadaan ini akan sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta api. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas kebisingan kereta api terhadap gangguan pendengaran pada masyarakat Tegalharjo yang tinggal di pinggiran rel kereta Api. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat Tegalharjo yang tinggal di pinggiran rel kereta api yaitu Rt. 2, 4, 7 dan 8 Rw. 3, sampel adalah masyarakat dengan kriteria inklusi sebagai berikut: jenis kelamin wanita dan laki-laki, Usia 30 - 50 tahun, tidak mempunyai riwayat penyakit pendengaran, masa terpajan lebih dari 5 tahun di tempat tersebut, bersedia menjadi subjek penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan data primer dan sekunder dengan instrumen penelitian sound level meter, audiometer dan kuesioner. Hasil : Hasil uji statistik Chi Square pengaruh intensitas kebisingan Kereta Api terhadap gangguan pendengaran pada masyarakat Tegalharjo yang tinggal di pinggiran rel kereta api diperoleh nilai P untuk telinga kanan 0,029 (p≤0.05) serta nilai P untuk telinga kiri 0,019 (p≤0.05) yang menunjukkan hasil uji signifikan, jadi semakin tinggi intensitas kebisingan semakin naik nilai gangguan pendengaran. Simpulan : Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan bising Kereta Api yang diterima dalam jangka waktu lama oleh masyarakat Tegalharjo yang tinggal di pinggiran rel kereta api dapat mempengaruhi terjadinya gangguan pendengaran.