Abstrak


Hubungan faktor enabling dengan pemakaian alat pelindung diri (apd) pada tenaga kerja di pt. suwastama pabelan


Oleh :
Titin Eka Setyaningsih - R.0208049 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang : PT. Suwastama Pabelan merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri kerajinan dengan orientasi eksport. Dari hasil survei di tempat pembuatan barang berbahan dasar rotan, didapatkan hampir 50% pekerja tidak memakai APD sesuai prosedur. Pada bulan maret diketahui penyakit ISPA sebanyak 43,30%, pusing 10,46%, gastritis 6,27%, penyakit kulit 6,06%, dan penyakit pencernaan, herpes dan lain-lain. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Faktor Enabling (Kondisi dan Kelengkapan APD) dengan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) pada Tenaga Kerja di PT. Suwastama Pabelan. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitiannya adalah tenaga kerja bagian rotan yang berjumlah 54 orang diambil dengan menggunakan simple random sampling yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik analisis data menggunakan uji analisis koefisien kontingensi. Dengan menggunakan alat ukur berupa checklist. Hasil : Dari hasil penelitian menunjukkan APD yang digunakan oleh pekerja pada saat bekerja 51,85% dalam kondisi layak pakai dan sebesar 48,15% tidak layak. Sedangkan untuk kelengkapannya terdapat 79,63% APD yang lengkap komponennya dan sebesar 20,37% tidak lengkap komponennya. Hasil uji statistik dengan uji analisis koefisien kontingensi menunjukkan kondisi APD dengan implementasi pemakaian APD tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,081. Sedangkan antara kelengkapan APD dengan implementasi pemakaian APD terdapat hubungan dengan nilai p = 0,000 dan untuk kekuatan korelasinya adalah sedang yaitu dengan nilai r = 0,537. Simpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kondisi APD dengan implementasi pemakaian APD dan ada hubungan yang antara kelengkapan APD dengan implementasi pemakaian APD.