Abstrak


Hubungan Antara Andropause Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Pria Di Kecamatan Jebres Surakarta


Oleh :
Ardina Nur Pramudhita - G.0009025 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Proses menua adalah suatu proses multifaktorial. Beberapa manifestasi dari proses menua disebabkan oleh menurunnya kadar hormon. Andropause erat hubungannya dengan penurunan kadar hormon testosteron. Teori mengenai efek testosteron pada fungsi seksual sendiri sudah mapan dan banyak diketahui. Akan tetapi, belum banyak diketahui mengenai pengaruh testosteron terhadap fungsi kognitif Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2012 di Kelurahan Pucangsawit, Kelurahan Jebres, dan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian dan sampel tidak dapat dipilih jika hasil L-MMPI >10 dan tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Subjek mengisi (1) Formulir biodata, (2) Kuesioner L-MMPI untuk mengetahui kejujuran responden dalam mengisi kuesioner, (3) Kuesioner ADAM test untuk mengetahui kriteria Andropause (4) Kuesioner MoCA untuk mengetahui ada tidaknya penurunan fungsi kognitif. Diperoleh data sebanyak 44 subjek penelitian dan dianalisis menggunakan korelasi Chi Square dan contingency coefficient melalui program SPSS 17.00 for Windows program. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan nilai Asymptotic significance p = 0,035, sedangkan p = 0,000 atau p < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara andropause dengan penurunan fungsi kognitif pada pria di Kecamatan Jebres Surakarta dengan kekuatan korelasi lemah, dengan nilai C sebesar 0,303 Simpulan Penelitian: Ada hubungan yang bermakna antara andropause dengan penurunan fungsi kognitif pada pria di Kecamatan Jebres Surakarta, dimana angka kejadian penurunan fungsi kognitif lebih tinggi pada pria dengan andropause.