Abstrak


Produksi pembuatan selai sawo kaya akan vitamin c


Oleh :
Feri Santoso - H.3109025 - Fak. Pertanian

Sawo adalah buah yang manis rasanya, selain harganya murah banyak mengandung vitamin C dan kaya gula, buah sawo juga mengandung zat gizi lainnya seperti mineral, vitamin, dan karbohidrat. Buah sawo ternyata baik juga untuk kesehatan jantung dan pembuluh serta dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Pada praktek produksi ini bertujuan untuk membuat produk olahan baru yang dinamakan selai sawo. Pertimbangan memilih buah sawo sebagai bahan baku selai adalah untuk memanfaatkan buah sawo, umumnya buah sawo dikonsumsi masyarakat dalam bentuk buah. Selain harganya yang relatif murah buah sawo mengandung vitamin C. Praktek produksi ini dilakukan di Laboratorium Rekayasa Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Prosedur pembuatan selai sawo meliputi pengupasan buah sawo, pencucian, penghancuran, pemasakan, pendinginan, pengemasan. Rancangan analisis yang dilakukan ada tiga analisis, yaitu uji organoleptik (warna, rasa, tekstur, aroma, dan overall), dengan 3 sampel penambahan gula 150g, 175g, dan 200g, untuk analisis kimia (vitamin C), analisis ekonomi (biaya tetap, biaya tidak tetap, analisis laba/rugi, BEP, ROI, POT dan B/C). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahan selai sawo yang paling disukai adalah selai dengan penambahan gula 150g pada selai. Hasil analisis uji kadar vitamin C selai sawo 11,73%. Untuk analisis ekonomi biaya tetap Rp 3.343.169, biaya tidak tetap Rp 7.310.489, laba kotor Rp 4.346.343, laba bersih Rp 4.129.025, BEP 1.086/botol, ROI sebelum pajak 40,79%, ROI setelah pajak 38,75%, POT 2,45 bulan, IRR 74,86%, dan (B/C) 1,40 yang artinya usaha ini layak untuk dikembangkan karena nilai (B/C) lebih dari 1.