Abstrak


Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Usahatani Kubis di Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Riana Dewi Kusumaningsih - H 0808041 - Fak. Pertanian

Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani kubis; mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi kubis; dan mengetahui tingkat efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi usahatani kubis di Kabupaten Karanganyar. Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif analitik dan pelaksanaannya dengan teknik survei. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tawangmangu. Pemilihan sampel desa dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan kriteria memiliki produktivitas kubis terbesar di Kecamatan Tawangmangu yaitu Desa Kalisoro. Jumlah petani sampel adalah 30 orang dan teknik pengambilan petani sampel dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling). Untuk mengkaji hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi digunakan model regresi dengan model fungsi produksi Cobb Douglas. Sedangkan uji yang dilakukan adalah uji F, uji keberartian koefisien regresi dengan uji t, dan perbandingan nilai produk marginal faktor produksi dengan harga faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usahatani kubis luas lahan sebesar 0,06 Ha, sarana produksi yang digunakan meliputi benih 0,0567 kg/Ha, pupuk kandang 838,83kg/Ha, pupuk Phonska 132,5kg/Ha, insektisida prevaton 2316,67cc/Ha, dan perekat Bonstik 9694,5 cc/Ha. Tenaga kerja yang digunakan 534,8 HKP/Ha. Biaya menghasilkan usahatani kubis sebesar Rp 15.995.933,00/Ha/MT, penerimaan usahatani sebesar Rp. 27.172.216,00/Ha/MT, dan keuntungan usahatani kubis sebesar Rp 11.176.282,00/Ha/MT. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi kubis dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut : Y = 3,894. X2-0,495. X30,100 . X40,703. X5-0,264. X6-0,017. X80,605 Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan tenaga kerja, benih, pupuk kandang, pupuk phonska, insektisida Prevaton, dan luas lahan secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi kubis Sedangkan secara individual, faktor produksi tenaga kerja, benih, pupuk kandang, pupuk phonska dan luas lahan berpengaruh nyata terhadap produksi kubis, tetapi faktor produksi insektisida Prevaton tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kubis. Hasil penelitian, bahwa kombinasi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani kubis belum mencapai efisiensi ekonomi tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bahwa efisiensi ekonomi pada usahatani kubis masih dapat ditingkatkan dengan menambahkan penggunaan benih dan pupuk kandang, serta untuk penggunaan faktor produksi berupa tenaga kerja, pupuk phonska, insektisida Prevaton, dan luas lahan perlu dikurangi.