Abstrak


Uji Kuantitatif dan Kualitatif Dna Pule Pandak (Rauvolfia Serpentina L.)


Oleh :
Rizqi Hapsari - H.0708062 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Indonesia termasuk negara yang memiliki keanekaragaman hayati berupa tumbuhan obat yang sangat tinggi, yang diperkirakan terdapat di berbagai tipe hutan di Indonesia. Tumbuhan obat merupakan komponen penting dalam pengobatan berupa ramuan jamu tradisional dan telah digunakan sejak dahulu untuk memecahkan berbagai masalah kesehatan yang dihadapi dan merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia yang perlu dipelihara dan dilestarikan. Salah satu tumbuhan obat di Indonesia adalah Pule pandak (Rauvolfia serpentina L.) yang terkenal karena khasiatnya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit tekanan darah tinggi. Di bidang bioteknologi tentang penelitian analisis molekuler tumbuhan Pule pandak (Rauvolfia serpentina L.) masih terbatas. Tahap pertama untuk analisis molekuler diawali dengan isolasi DNA pada jaringan yang akan digunakan. Hasil isolasi DNA perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui konsentrasi DNA dan kemurnian DNA tumbuhan Pule pandak (Rauvolfia serpentina L.) melalui uji kuantitatif dan kualitatif DNA sehingga dapat berguna untuk keberlanjutan analisis molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas DNA tumbuhan Pule Pandak (Rauvolfia serpentina L.). Metode analisis yang digunakan adalah uji kuantitatif DNA dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan uji kualitatif DNA dengan menggunakan elektroforesis gel tipe horizontal, pada sampel DNA asal Saradan dan Wonogiri. Penelitian menghasilkan data berupa rasio absorbansi sampel DNA dengan panjang gelombang 260 nm dan 280 nm dengan spektrofotometri UV-Vis kemudian dihitung konsentrasi DNA pada uji kuantitatif DNA serta pita DNA hasil elektroforesis gel tipe horizontal pada uji kualitatif yang tervisualisasi dengan Gel-Doc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio sampel DNA asal Saradan dan Wonogiri dengan perlakuan penggerusan daun secara lumat didapatkan rasio 1,1 dengan konsentrasi DNA untuk sampel DNA Saradan 810 ng/μl dan Wonogiri 770 ng/μl. Perlakuan penggerusan daun agak lumat didapatkan rasio 1,1 (Saradan) dan 1,2 (Wonogiri) dengan konsentrasi DNA 840 ng/μl untuk sampel DNA Saradan dan Wonogiri 970 ng/μl. Penambahan buffer TE pada pellet DNA asal Saradan sebanyak 50 μl dan 100 μl didapatkan hasil berturut-turut dengan rasio 1,1 dan 1,2; konsentrasi DNA 750 ng/μl dan 820 ng/μl. Pada uji kualitatif didapat hasil dari semua sampel DNA asal Saradan dan Wonogiri terdapat DNA dengan tervisualnya pita DNA dengan Gel-Doc.