Abstrak


Hubungan lokasi rumah susun terhadap tingkat kesejahteraan penghuni rumah susun di kota Surakarta (Studi Kasus Rusunawa Begalon, Semanggi, dan Jurug)


Oleh :
Tanuda Pedro Rusdiono - I.0608043 - Fak. Teknik

Penyediaan rumah susun di Kota Surakarta merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kekumuhan kota akibat permukiman kumuh di pusat kota. Dengan berdasar pada kedua hal tersebut, lokasi rumah susun menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah susun di Kota Surakarta. Namun, pada kenyataannya pembangunan rumah susun tidak memperhatikan faktor lokasi sebagai aspek yang penting dalam pembangunan rumah susun. Dalam pembangunan rumah susun, pemerintah Kota Surakarta seakan-akan hanya terpaku pada penggunaan lahan milik pemerintah kota tanpa mempertimbangkan lahan-lahan pada area permukiman kumuh yang dapat dikembangkan menjadi rumah susun. Hal ini akan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan penghuni rumah susun sehingga tujuan utama pembangunan rumah susun yaitu untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah tidak akan tercapai. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengidentifikasi lokasi rumah susun di Kota Surakarta, mengidentifikasi tingkat kesejahteraan penghuni rumah susun di Kota Surakarta, dan menganalisis hubungan lokasi rumah susun terhadap tingkat kesejahteraan penghuni rumah susun di Kota Surakarta. Sedangkan sasaran yang dicapai adalah mengetahui kriteria kelayakan lokasi rumah susun, indentifikasi lokasi rumah susun yang ada di Kota Surakarta dengan melihat kriteria-kriteria lokasi yang sudah didapat, identifikasi tingkat kesejahteraan penghuni rumah susun dengan menggunakan variabel tingkat kesejahteraan yang telah ditentukan, dan analisis pengaruh lokasi rumah susun terhadap tingkat kesejahteraan penghuninya. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode analisis pembobotan dan analisis statistika crosstabs. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa lokasi rumah susun yang dibangun dengan mengguanakan konsep insitu development (lahan lama) memiliki tingkat kesejahteraan penghuni yang lebih baik dari pada rumah susun yang dibangun dengan menggunakan konsep new developmnet (lahan baru).