Abstrak


Pengaruh suhu pemadatan terhadap indeks workabilitas campuran hra (hot rolled asphalt) menggunakan filler abu vulkanik gunung merapi


Oleh :
Galang Jati Perkasa - I.1106035 - Fak. Teknik

Workabilitas merupakan faktor yang dapat menggambarkan kemudahan suatu campuran untuk dicampur dan dipadatkan. Campuran dengan workabilitas yang rendah akan sulit untuk dicampur dan dipadatkan, sehingga menyebabkan tingginya pori pada campuran. Campuran yang dengan workabilitas yang terlalu tinggi akan menghasilkan stabilitas buruk setelah beberapa periode pemakaian akibat beban lalu lintas. Indeks Workabilitas merupakan indikator untuk menentukan workabilitas dari campuran. Berdasarkan pengalaman di lapangan campuran yang memiliki Indeks Workabilitas kurang dari 6, menunjukkan campuran bersifat kurang workable. Pada penelitian ini campuran yang digunakan adalah campuran hot rolled asphalt menggunakan filler abu vulkanik Gunung Merapi. Hot Rolled Asphalt merupakan jenis perkerasan yang terdiri dari campuran agregat bergradasi senjang yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Suhu merupakan faktor yang penting dalam proses pengolahan campuran hot rolled asphalt karena aspal mempunyai sifat thermoplasts Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemadatan terhadap nilai Indeks Workabilitas campuran hot rolled asphalt menggunakan filler abu vulkanik Gunung Merapi. Pengujian yang dilakukan adalah pengukuran penurunan ketinggian tiap interval penumbukan (15 tumbukan) sejumlah 150 tumbukan untuk mendapatkan nilai Indeks Workabilitas. Hubungan antara suhu pemadatan dengan nilai Indeks Workabilitas campuran hot rolled asphalt menggunakan filler abu vulkanik Gunung Merapi dapat diuji dengan analisis varian satu arah yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pemadatan terhadap nilai Indeks Workabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran hot rolled asphalt menggunakan filler abu vulkanik Gunung Merapi bersifat workable karena memiliki nilai Indeks Workabilitas di atas 6. Nilai Indeks Workabilitas campuran hot rolled asphalt untuk seluruh variasi kadar aspal yang digunakan didapat mulai dari 3,395 sampai 7,846. Hasil perhitungan analisis varian satu arah menunjukkan dengan adanya kenaikan suhu pemadatan tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap nilai Indeks Workabilitas campuran hot rolled asphalt menggunakan filler abu vulkanik Gunung Merapi. Maka, hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.