Abstrak


Prarancangan Pabrik Metil Ester Sulfonat dari Palm Stearin Methyl Ester Kapasitas 50.000 Ton/Tahun


Oleh :
Hangga Ruky Warmiaji - I0508047 - Fak. Teknik

Metil ester sulfonat (MES) merupakan surfaktan anionik yang paling banyak digunakan. Surfaktan MES memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan surfaktan LAS diantaranya bersifat terbarukan (renewable), dan mudah didegradasi (good biodegradability). Dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, serta utilitas, maka lokasi pabrik yang cukup strategis adalah Kawasan Industri Dumai, kota Dumai, Provinsi Riau. Pabrik direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2014. Proses pembuatan MES terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap sulfonasi, bleaching, netralisasi dan pengeringan. Pada tahap sulfonasi, metil ester dikontakkan dengan SO3 di dalam suatu falling film reactor (FFR). Proses ini berlangsung secara eksotermis. Agar reaksi sulfonasi berlangsung sempurna, produk keluaran FFR dimasukkan ke dalam digester (aging process). Proses sulfonasi menghasilkan produk berwarna gelap dan bersifat sangat asam. Untuk mengurangi warna sampai sesuai dengan spesifikasi, dilakukan proses bleaching dengan menambahkan 50% hidrogen peroksida dan metanol. Selanjutnya dilakukan tahap netralisasi dengan menambahkan 50% natrium hidroksida hingga pH 5,5-7,5. Hasil dari proses netralisasi yang berupa pasta netral dilewatkan ke sistem dryer dimana metanol dan air berlebih dipisahkan dan dimasukkan ke dalam methanol removal system. Metanol hasil recovery di-recycle kembali ke dalam proses bleaching. Produk yang dihasilkan dari sistem dryer berupa powder kering MES. Utilitas terdiri dari unit penyediaan air sebagai pendingin, air keperluan umum, tenaga listrik, penyediaan udara tekan, penyediaan bahan bakar, dan unit pengolahan limbah. Terdapat tiga laboratorium, yaitu laboratorium fisik, laboratorium analitik dan laboratorium penelitian dan pengembangan, untuk menjaga kualitas bahan baku dan produk. Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 34,01% dan 27,21%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 2,27 dan 2,69 tahun, BEP (Break Event Point) 41,50% dan SDP 17,42%. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 32,10%. Jadi dari segi ekonomi pabrik tersebut layak untuk didirikan.