Abstrak


Analisis Gender Pada Kebijakan Pengelolaan Lahan Dalam Mendukung Revitalisasi Daerah Aliran Sungai (Das) Bengawan Solo


Oleh :
Nur Laila Meilani - S240809004 - Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui responsivitas gender dari kebijakan pengelolaan lahan dalam mendukung revitalisasi DAS Bengawan Solo serta untuk mengidentifikasi isu-isu gender dalam pengelolaan lahan DAS Bengawan Solo. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi di instansi pengelola lahan DAS Bengawan Solo yaitu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Wonogiri, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo, dan Perum Perhutani KPH Surakarta. Teknik sampling dalam penelitian deskriptif kualitatif ini adalah purposive sampling. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik Gender Analysis Pathway (GAP) tahap 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, kebijakan pengelolaan lahan di tiga lokasi studi sebagian besar masih netral gender. Rumusan kebijakan pengelolaan lahan yang responsif gender hanya ditemukan pada program Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Kehutanan (Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 82/Kpts-II/2003 Tentang Kelompok Kerja PUG Kehutanan). Kedua, Kesenjangan Gender Dalam Pengelolaan Lahan Dijumpai Dalam Hal Rendahnya Akses, Peran, Control Serta Manfaat Yang Diterima Perempuan Dalam Pengelolaan Lahan. Ketiga, Faktor Penyebab Kesenjangan Gender Meliputi : (A) Budaya Patriarki Yang Mengakar Kuat Di Masyarakat Yang Terkait Dengan Stereotype (Pantas-Tidak Pantas) Perempuan Untuk Bekerja Di Hutan, (B) Rendahnya Tingkat Pengetahuan Dan Ketrampilan Mengelola Lahan Dari Kaum Perempuan, (C) Di Internal Lembaga Hingga Saat Ini Masih Kurang Pemahaman Dan Komitmen Pada Gender, (D) Belum Ada Produk Hukum Yang Menjamin Terwujudnya Keadilan Dan Kesetaraan Gender Dalam Pengelolaan Lahan Dan (E) Belum Terbangun Sistem Informasi Dan Data Yang Terpilah Menurut Jenis Kelamin. Dari Berbagai Isu Gender Di Atas, Perlu Dilakukan Reformasi Menuju Keadilan Dan Kesetaraan Gender Dalam Bentuk Reformulasi Kebijakan Yang Telah Ada Dan Juga Penyusunan Grand Design Pengelolaan Lahan Dalam Mendukung Revitalisasi DAS Bengawan Solo Yang Mempertemukan Kebijakan Pengelolaan Lahan Dari Masing-Masing Instansi Dalam Kebijakan/Program/Kegiatan Yang Bersifat Affirmative Action Dan Pengarusutamaan Gender (Gender Mainstreaming) Seperti Capacity Building Guna Peningkatan Sensitivitas Gender, Affirmative Action Untuk Percepatan Terwujudnya Keadilan Dan Kesetaraan Gender, Serta Penataan Dan/Atau Pembangunan Sistem Informasi Dan Data Terpilah Gender.