;

Abstrak


Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Menggunakan Alat Peraga 2 Dimensi dan 3 Dimensi pada Pokok Bahasan Dimensi Tiga untuk Siswa SMA di Kabupaten Kulon Progo Ditinjau dari Kecerd


Oleh :
Erlina Prihatnani - S.85110201 - Pascasarjana

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2 dimensi atau tiga dimensi, (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kreativitas tinggi, sedang, atau rendah, (4) apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar, (5) apakah terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kreativitas terhadap prestasi belajar,(6) apakah terdapat interaksi antara kecerdasan spasial dan kreativitas terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA di Kabupaten Kulon Progo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 133 siswa, dengan rincian 66 siswa pada kelas eksperimen 1 dan 67 siswa pada kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika, tes kecerdasan spasial dan tes kreativitas. Uji coba instrumen tes prestasi belajar meliputi validasi isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen tes kecerdasan spasial dan kreativitas meliputi validasi isi. Uji prasyarat terhadap data kemampuan awal meliputi uji normalitas populasi dengan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan metode Barlett. Dengan α=5% diperoleh simpulan bahwa kedua kelompok sampel masing-masing berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua kelompok sampel tersebut diambil dari populasi yang mempunyai variansi yang homogen. Uji keseimbangan terhadap data kemampuan awal menggunakan uji-t diperoleh simpulan bahwa kelas eksperimen mempunyai kemampuan awal yang seimbang. Uji prasyarat anava meliputi 7 uji normalitas dengan metode Lilliefors dan 3 uji homogenitas dengan metode Barlett. Dengan α=5% diperoleh simpulan bahwa tujuh kelompok sampel masing-masing berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan ketiga pasang kelompok sampel berasal dari populasi yang mempunyai variansi yang homogen.