Abstrak


Prarancangan Pabrik Hidrogen Peroksida Melalui Proses Autooksidasi 2-Ethyl Anthraquinone Kapasitas 40.000 Ton/Tahun


Oleh :
Harum Azizah Darojati - I.0507039 - Fak. Teknik

ABSTRAK Hidrogen peroksida (H2O2) digunakan sebagai bahan penunjang industri tekstil dan industri kertas pada proses bleaching (pemutihan) serta sebagai campuran bahan kosmetik pada pewarna rambut, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor ke luar negeri, maka dirancang pabrik H2O2 proses autooksidasi melalui empat tahap. Tahap pertama persiapan bahan baku, tahap kedua reaksi pengikatan H2 oleh working solution dalam reaktor trickle bed pada 40 ºC, tahap ketiga reaksi pembentukan H2O2 dalam reaktor trickle bed pada 40 ºC. Tahap kedua dan ketiga berlangsung pada 4,053 bar, dan reaksi berlangsung pada fase gas-cair, irreversibel, adiabatis, non isotermal dan eksotermis. Tahap keempat pemisahan dan pemurnian, pemisahan dilakukan di menara ekstraktor sedangkan pemurnian dilakukan di menara distilasi. Pabrik H2O2 dirancang dengan kapasitas 40.000 ton/tahun. Bahan bakunya adalah hidrogen (kemurnian 99,21%) sebanyak 0,05 kg/kg produk dan udara dengan bahan penunjang berupa 2-ethyl anthraquinone, benzena dan tributil fosfat, sedangkan produk yang dihasilkan adalah H2O2 dengan kemurnian 70%. Lokasi pabrik direncanakan di kawasan industri Gresik, Jawa Timur, dan dibangun di atas tanah seluas 14.950 m2, pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun dengan jumlah tenaga kerja 0,03 manhour/kg produk. Kebutuhan utilitas meliputi air permukaan (air sungai) sebanyak 6,34 liter/kg produk, listrik sebesar 0,15 kWh/kg produk, bahan bakar batu bara 0,414 kg/kg produk dan bahan bakar IDO 0,00015 liter/kg produk pada 30 ºC dan 1,013 bar. Bentuk perusahaan dipilih Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff, sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non shift. Pabrik direncanakan mulai dibangun akhir 2014 dan beroperasi pada awal tahun 2016. Modal tetap pabrik sebesar Rp 119.034.668.280 dan biaya produksi total sebesar Rp 8.268,5/kg produk. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa bila harga jual produk sebesar Rp 9.206/kg dan dalam satu tahun produk terjual 40.000.000 kg, maka diperoleh Return of Investment (ROI) sebelum pajak 55,05%, setelah pajak 41,29%, Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak adalah 2,2 tahun dan 2,7 tahun, Break Even Point (BEP) 54,57%, dan Shut Down Point (SDP) 43,37%. Sedangkan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 28,60%. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa pabrik H2O2 proses autooksidasi 2-ethyl anthraquinone dengan kapasitas 40.000 ton/tahun layak didirikan.