;

Abstrak


Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang Berorientasi pada Penemuan Terbimbing dengan Penggunaan Alat Peraga pada Materi Bangun Datar Segi Empat Ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematika (Penelitian Dilakukan pada Siswa SMP Kela


Oleh :
Nosa Putri Djumaliningsih - S.85110202 - Pascasarjana

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga, kooperatif tipe Jigsaw atau model pembelajaran konvensional pada materi bangun datar segi empat, (2) manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan kemampuan penalaran matematika tinggi, sedang atau rendah pada materi bangun datar segi empat, (3) pada masing-masing kemampuan penalaran matematika yaitu kemampuan penalaran tinggi, sedang dan rendah, model pembelajaran manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga, kooperatif tipe Jigsaw atau model pembelajaran konvensional pada materi bangun datar segi empat, (4) pada masing-masing model pembelajaran yaitu, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga, kooperatif tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik antara siswa dengan kemampuan penalaran matematika tinggi, sedang atau rendah pada materi bangun datar segi empat. Penelitian ini termasuk eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3 yang dilakukan di kelas VII SMPN Ponorogo semester II tahun pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP di Kabupaten Ponorogo sebanyak 51 sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah statified cluster ramdom sampling. Pengklasifikasian sekolah didasarkan pada nilai UN tahun ajaran 2010/2011. Sampel penelitian ini sebanyak 280 siswa dari SMPN 2 Ponorogo untuk klasifikasi tinggi, SMPN 6 Ponorogo klasifikasi sedang, SMPN 2 Babadan klasifikasi rendah. Pengumpulan data kemampuan penalaran dan prestasi belajar matematika dilakukan dengan teknik tes bentuk pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Variansi dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh antara model pembelajaran terhadap prestasi belajar (Fobs = 8.10 > Ftabel = 3), dengan uji komparasi rerata antar baris diperoleh kooperatif tipe Jigsaw berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga (rerata marginal 74.0833) memberikan prestasi yang lebih baik dari kooperatif tipe Jigsaw (rerata marginal 69.5652) dan keduanya memberikan prestasi yang lebih baik dari model pembelajaran konvensional (rerata marginal 65); (2) terdapat pengaruh kemampuan penalaran matematika siswa terhadap prestasi belajar (Fobs = 32.74 > Ftabel = 3), dengan uji komparasi rerata antar kolom diperoleh siswa dengan kemampuan penalaran tinggi (rerata marginal 74.8785) memberikan prestasi belajar yang sama dengan siswa dengan kemampuan penalaran sedang (rerata marginal 71.5506) dan keduanya memberikan prestasi belajar yang lebih baik dari kemampuan penalaran rendah (rerata marginal 60.8571); (3) pada kemampuan penalaran tinggi, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga memberikan prestasi belajar matematika yang sama dengan kooperatif tipe Jigsaw dan keduanya memberikan prestasi belajar yang lebih baik dari model pembelajaran konvensional, pada kemampuan penalaran sedang dan rendah, ketiga model pembelajaran memberikan prestasi belajar yang sama; (4) pada model pembelajaran Jigsaw yang berorientasi penemuan terbimbing dengan penggunaan alat peraga, siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematika sedang dan keduanya mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan penalaran rendah, pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model pembelajaran konvensional, siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa yang mempunyai kemampuan penalaran matematika sedang dan rendah. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Penemuan Terbimbing, Alat Peraga, Kemampuan Penalaran Matematika.