Abstrak


Pemetaan Pasar Tradisional Kota Surakarta Tahun 2010


Oleh :
Nanang Sutofik - K5404048 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui distribusi dan pola distribusi pasar tradisional, (2) Mengetahui tingkat layanan pasar tradisional, dan (3) Mengetahui karakteristik demografi dan sosial ekonomi pedagang pasar tradisional Kota Surakarta tahun 2010. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mempunyai jumlah populasi atau pasar tradisional sebanyak 43 pasar. Teknik sampling yang digunakan untuk memperoleh data karakteristik pedagang pasar tradisional adalah proportional sampling, dengan sampel sebanyak 80 pedagang pasar tradisional. Teknik pengumpulan data berupa pengukuran untuk ploting lokasi pasar tradisional dengan GPS (Global Positioning System), dokumentasi berupa data pedagang pasar tradisional, dan wawancara pedagang pasar tradisional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis peta, teknik analisis parameter tetangga terdekat, analisis tingkat layanan pasar, analisis tabel frekuensi dan analisis tabel silang. Hasil penelitian ini adalah : (1) Distribusi pasar tradisional di Kota Surakarta tahun 2010 mayoritas berada di Kecamatan Banjarsari sebanyak 15 pasar atau 34,88% dari total pasar yang ada di Kota Surakarta. Distribusi pasar berdasarkan jenis komoditas yang diperdagangkan paling banyak adalah pasar dengan komoditas umum yaitu 62,12% atau sebanyak 28 pasar. Berdasarkan status kepemilikan tanahnya mayoritas adalah pasar dengan status kepemilikan tanah hak pakai yaitu 69,77% atau berjumlah 30 pasar. Pola distribusi pasar tradisional di Kota Surakarta adalah mengelompok dengan nilai T = 0,72. pasar tradisional di Kota Surakarta mengelompok di sekitar kawasan permukiman penduduk utamanya yaitu di sekitar kawasan Keraton Kasunanan Surakarta yang secara historis merupakan pusat pemerintahan kerajaan. (2) Tingkat layanan pasar tradisional Kota Surakarta mempunyai tingkat layanan tidak optimal dengan nilai perbandingan sebesar 0,000049, sedangkan Kecamatan Serengan mempunyai tingkat layanan optimal dengan nilai perbandingan sebesar 0,000031 berarti satu pasar tradisional mampu melayani lebih dari 30.000 jiwa penduduk administratif. (3) Karakteristik demografi pedagang pasar tradisional adalah sebagai berikut: pedagang pasar tradisional di Kota Surakarta 85 % didominasi oleh perempuan, mengelompok pada usia 15-64 tahun (90 %), dan pada umumnya pedagang pasar tradisional sudah menikah (87,5 %); Karakteristik sosial ekonomi pedagang pasar tradisional adalah sebagai berikut: tingkat pendidikannya tergolong rendah 41,25 % tingkat pendidikannya hanya sampai SD, tingkat pendapatannya > Rp 1.000.000 (52,5 %) dengan pendapatan perkapita > Rp. 3.360.000 /orang/tahun sebanyak 52 jiwa atau 65% berarti berdasarkan indikator garis kemiskinan termasuk dalam kategori di atas garis kemiskinan. Jumlah tanggungan keluarga kebanyakan 3 – 5 orang (55 %). Jumlah hari kerja adalah 1 minggu penuh (92,5 %). Jam kerja berkisar antara 7 – 10 jam per 24 jam (67,5 %), dengan masa kerja >17 tahun (55 %). Modal usaha harian rata-rata < Rp 900.000 (56%) dan pedagang pasar tradisional lebih memilih membuka usaha di los pasar (47,5 %).