Abstrak


Analisis network proses produksi kain grey pada departemen weaving pt busana mulya textile karanganyar


Oleh :
Neni Jayanti - F3509050 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Ketepatan perusahaan dalam memenuhi pesanan dengan tepat waktu merupakan sesuatu yang harus dijaga. Karena sebuah proses produksi sangat diperlukan perencanaan dan pengendaliaan yang baik agar proses produksi dapat diselesaikan tepat waktu. Penelitian ini dilakukan di PT BusanaMulya Textile Karanganyar dan dilaksanakan pada bulan Februari 2012. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran proses produksi, mengetahui waktu yang diperlukan untuk masing-masing aktivitas serta penerapan metode analisis network dalam proses produksi kain grey. Penelitian ini menggunakan analisis network dengan menggunakan metode PERT (Program Evalution and Receive Technique) dan CPM (Critical Path Method). Dari analisis data diperoleh bahwa proses produksi kain grey meliputi persiapan benang (A), penghanian (B), pengkanjian(sizing) (C), pencucukan (D), palet (E), tenun (F), inspecting(G), folding (H) dengan waktu standar yang dijadwalkan perusahaan selama 14555 menit dengan jalur kritis dari proses produksi kain grey yaitu : A-B-C-D-F-G-H dengan waktu 14351,65 menit. Berdasarkan hasil analisa network tersebut, maka dapat diketahui antara standar waktu yang telah dijadwalkan perusahaan dengan waktu perhitungan yang menggunakan metode PERT dan CPM berbeda, yaitu dengan metode network menghasilkan waktu yang relatif cepat. Bila perusahaan menggunakan waktu standar yang digunakan perusahaan, waktu proses produksi kain grey memerlukan waktu penyelesaiaan sebesar 14555 .menit atau 242,58 jam, apabila dihitung menggunakan metode network memerlukan waktu penyelesaian sebesar 14351,65 menit atau 239,19 jam. Dengan menggunakan metode ini perusahaan dapat mengetahui jalur kritis yaitu jalur A-B-C-D-F-G-H sehingga proses produksi yang terjadi di jalur tersebut, perusahaan akan lebih mengawasi dan selalu mengontrol setiap aktivitas proses produksi sehingga tidak akan terjadi kesalahan pada aktivitas kegiatan yang dilewati jalur kritis. Penulis mencoba memberi saran agar perusahaan menerapkan metode network di dalam proses produksi untuk efisiensi waktu dan biaya, karena selisihwaktu 203,35 menit atau 3,39 jam dalam tiap kali memproduksi kain grey itu dapat dipergunakan untuk melakukan pengawasan dan checking terhadap mesin produksi agar memperlancar kinerja perusahaan. Kata kunci : Analisis Network, Metode PERT, Metode CPM, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Jalur Kritis