Abstrak


Penguasaan Gerak Dasar Bola Voli Mini Dalam Pembelajaran Penjasorkes Melalui Penggunaan Modifikasi Alat Dan Peraturan Pada Siswa Kelas V Sd Negeri 1 Penaruban Tahun Pelajaran 2011/2012


Oleh :
Noto Subardoyo - X4711125 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan penguasaan gerak dasar bola voli mini dalam pembelajaran penjasorkes melalui penggunaan modifikasi alat dan peraturan pada siswa kelas V SD Negeri 1 Penaruban Kecamatan Kaligondang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas, subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Penaruban Kecamatan Kaligondang tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data melalui tes dan pengukuran keterampilan permainan bola voli mini dan observasi dari proses pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah secara deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan,observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi alat berupa bola plastik dan peraturan yang disederhanakan dapat meningkatkan hasil belajar permainan bola voli pada siswa kelas V SD Negeri 1 Penaruban Kecamatan Kaligondang. Hasil analisis yang diperoleh terdapat peningkatan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II, pada kondisi awal yang termasuk kategori baik sebanyak 2 siswa (8%), kategori cukup sebanyak 13 siswa (52%), kategori kurang sebanyak 10 siswa (40%). Pada siklus I yang termasuk dalam kategori baik sekali sebanyak 2 siswaq (8%) kategori baik 4 siswa (16%), kategori cukup sebanyak 13 siswa (52%), dan kategori kurang sebanyak 6 siswa (24%). Pada siklus II yang masuk dalam kategori baik sekali sebanyak 2 siswa (8%), kategori baik sebanyak 5 siswa (20%), kategori cukup sebanyak 15 siswa (60%) dan kategori kurang atau tidak tuntas sebanyak 3 siswa (12%). Jika dari ketuntasan dari jumlah siswa maka pada kondisi awal 15 siswa tuntas belajar (60%), siklus I sebanyak 19 siswa yang tuntas belajar (76%) dan pada siklus II 22 siswa yang tuntas belajar (88%). Simpulan dari hasil penelitian tindakan kelas ini adalah bahwa dari 25 siswa pada kondisi awal sebelum diberi perlakuan yang dapat tuntas dalam belajar hanya 15 siswa (60%). Pada siklus I siswa yang tuntas dalam belajar sebanyak 19 siswa (76%). Pada siklus II siswa yang tuntas dalam belajar sebanyak 22 siswa (88%).