Abstrak


Hubungan Antara Derajat Sesak Napas Dengan Nilai Arus Puncak Ekspirasi (Ape) Pada Pasien Asma Terkontrol Sebagian Di Rsud Moewardi Surakarta


Oleh :
Pritania Prameswara Putri - G0009171 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit kronik paling umum dan sudah menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius. Asma yang diakibatkan oleh latihan fisik, atau biasa disebut Exercise Induced Asthma (EIA) biasanya dikenali dari riwayat sesak napas setelah latihan fisik. Bagaimanapun juga, gejala pada asma tidak selamanya spesifik. Oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan lain seperti tes fungsi paru pengukuran Arus Puncak Ekspirasi (APE) dengan menggunakan spirometer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat sesak napas dan nilai APE pada pasien asma terkontrol sebagian. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April - Mei 2012 di Klinik Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling, seleksi dilakukan dengan memeriksa Asthma Control Test dan sampel tidak dapat dipilih jika skor tidak berjumlah 15-19. Subjek mengisi (1) Formulir biodata, (2) Kuesioner Asthma Control Test, (3) Kuesioner Borg Scale untuk mengetahui skor derajat sesak napas. Perlakuan pada responden (1) Pengukuran APE menggunakan peak flow meter, (2) Aktivitas fisik selama 5-10 menit. Diperoleh data sebanyak 35 subjek penelitian dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman melalu program SPSS 17.00 for Windows. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan nilai korelasi Spearman r = -0,60, sedangkan p < 0,001 yang berarti terdapat korelasi negatif yang bermakna antara derajat sesak napas dan nilai APE pada pasien asma terkontrol sebagian dengan kekuatan korelasi kuat. Nilai rata-rata APE 269,43 ± 87,244 dan nilai rata-rata derajat sesak napas 1,400 ± 0,8026. Simpulan Penelitian: Terdapat korelasi negatif antara derajat sesak napas dan nilai APE pada pasien asma terkontrol sebagian dengan kekuatan korelasi kuat.