Abstrak


Tradisi Pemberian Nama Orang Jawa Di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta


Oleh :
Anastasia Nindya Wisnuri - C.0108017 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah profil masyarakat Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta? (2) bagaimanakah tradisi ritual pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta? (3) bagaimanakah bentuk perkembangan dan pergeseran dari waktu ke waktu upacara tradisional dalam pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta? (4) apakah makna setiap unsur upacara tradisional dalam pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta? (5) apakah fungsi tradisi pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulhajo Kota Yogyakarta? Tujuan penelitian ini adalah (1) mengungkapkan profil masyarakat Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, (2) mendeskripsikan tradisi ritual pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, (3) mengungkapkan bentuk perkembangan dan pergeseran dari waktu ke waktu upacara tradisional dalam pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, (4) menemukan makna setiap unsur upacara tradisional dalam pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta, (5) mendeskripsikan fungsi tradisi pemberian nama orang di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulhajo Kota Yogyakarta. Bentuk penelitian ini adalah penelitian sastra khususnya deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh objek penelitian misalnya resepsi, tindakan, perilaku, motivasi. Dengan bentuk penelitian deskriptif kualitatif diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat dalam penelitian tentang Tradisi Pemberian Nama Orang Di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Profil masyarakat Warungboto kecamatan Umbulharjo kota Yogyakarta terdiri dari dua unsur, yaitu kondisi geografi dan kondisi penduduk. (2) Tradisi ritual pemberian nama orang mempunyai unsur penyangga. Unsur-unsur yang menyangga upacara tradisi pemberian nama orang di kelurahan Warungboto kecamatan Umbulharjo kota Yogyakarta adalah unsur rangkaian acara, unsur waktu, unsur pelaku, unsur perlengkapan, dan unsur doa. (3) Adapun pergeseran dan perkembangan upacara tradisi pemberian nama kepada bayi di dalam masyarakat Warungboto masih ada sampai sekarang karena diwariskan secara lisan, penyebarannya dilakukan secara turun-temurun serta berulang kali dan sudah diketahui banyak orang yang ada di kalangan masyarakat Jawa. Sedangkan untuk pergeserannya terjadi perubahan makna dalam menyediakan sesajian terhadap arwah leluhur yang kemudian xvii diganti dengan makna suatu hidangan dengan tujuan shodaqoh. (4) Dalam penelitian tentang upacara tradisi pemberian nama kepada bayi di kelurahan Warungboto, kecamatan Umbulharjo kota Yogyakarta hanya ditemukan satu ikon saja yaitu bayi itu sendiri, satu indeks yaitu nasehat-nasehat dari para leluhur yang sudah turun-temurun dan digunakan sebagai landasan untuk mencari keselamatan hidup dalam mengadakan upacara tradisi pemberian nama orang Jawa di kelurahan Warungboto kecamatan Umbulharjo kota Yogyakarta. Sedangkan dalam upacara tradisi pemberian nama semua penjelasan tentang makna keselamatan hidup yang ada dalam unsur-unsur upacara tersebut didominasi oleh simbol yang berupa simbol dominan yaitu sesajen dan simbol instrumental yaitu upacara bancakan dalam rangka mencari keselamatan dan ketentraman hidup. (5) Fungsi upacara tradisi pemberian nama kepada bayi di kelurahan Warungboto kecamatan Umbulharjo adalah sebagai berikut: sebagai sarana untuk mengumumkan nama dari jabang bayi dan memperkenalkan bayi kepada masyarakat luas, untuk mendoakan bayi agar memperoleh keselamatan dalam hidup dari Yang Maha Kuasa, untuk mempererat tali persaudaran dalam bermasyarakat, sebagai sarana untuk menyalurkan berkah dengan melakukan shadaqah, dan usaha tolong menolong, untuk menghormati tradisi, sebagai sarana ungkapan syukur atas terjadinya peristiwa yang membahagiakan, yaitu berupa bayi yang telah dilahirkan.