Abstrak


Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Model Problem Solving Pada Sub Materi Besar Sudut-Sudut, Keliling Dan Luas Segitiga Ditinjau Dari Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas Vii Semester Ii Smp Negeri 2 Jaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/20


Oleh :
Novi Sri Rahayu - X.1306043 - Fak. MIPA

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) diantara model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran konvensional, manakah yang dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik pada sub materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga. (2) diantara kategori aktivitas belajar matematika siswa (tinggi, sedang, dan rendah), manakah yang dapat memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik pada sub materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga. (3) pada tiap-tap model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik diantara kategori aktivitas belajar matematika siswa (tinggi, sedang, dan rendah) (4) pada tiap-tiap kategori aktivitas belajar matematika siswa (tinggi, sedang, dan rendah), manakah yang memberikan prestasi belajar matematika lebih baik diantara model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jaten Karanganyar tahun ajaran 2010/2011, yang terdiri dari 5 kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa pada kelas eksperimen sebanyak 40 siswa sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 42 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) metode dokumentasi untuk data kondisi awal siswa sebelum penelitian dan sebagai salah satu pertimbangan penelitian (2) metode angket untuk data aktivitas belajar matematika siswa (3) metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa materi besar sudut-sudut, keliling dan luas segitiga. Uji coba instrumen dilakukan di SMP Negeri 2 Mojolaban. Sebagai persyaratan penelitian dilakukan uji keseimbangan dengan uji-t. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan sel tak sama dengan uji persyaratan analisis data adalah uji normalitas dengan metode Liliefors dan uji homogenitas dengan metode Bartlett. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Model pembelajaran Problem Solving memberikan prestasi belajar matematika yang sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional pada sub materi Besar Sudut-sudut, Keliling dan Luas Segitiga. (Fobs = 0.29 < 3.98 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (2) Siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar sedang, siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi memiliki prestasi belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah sedangkan siswa dengan aktivitas belajar matematika sedang dan rendah memiliki prestasi belajar matematika yang sama baik pada sub materi Besar Sudut-sudut, Keliling dan Luas Segitiga. (Fobs = 23.77 > 3.15 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (3) pada pembelajaran dengan menggunakan model problem solving maupun model konvensional siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan siswa yang aktivitas belajar matematikanya sedang maupun rendah, sedangkan siswa dengan aktivitas belajar matematika sedang mempunyai prestasi belajar matematika sama baiknya dengan siswa yang aktivitas belajar matematikanya rendah. (Fab = 0.13 < 3.13 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (4) pada siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi, sedang, maupun rendah, model pembelajaran problem solving memberikan prestasi belajar matematika sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional (Fab = 0.13 < 3.13 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%).