Abstrak


Pembuatan Inkubator Untuk Proses Fermentasi Pembuatan Yoghurt


Oleh :
Aris Marwoto - I8309004 - Fak. Teknik

Inkubator merupakan perkakas yang terkontrol suhunya. Untuk bisa mengatur suhu ruang di dalam inkubator dibutuhkan alat kontrol seperti heater, blower dan regulator. Inkubator berbentuk almari dibuat dari kayu dengan dua rak yang berlubang agar udara panas dapat naik ke ruang rak atas. Tujuan membuat inkubator untuk mempercepat proses fermentasi pembuatan yoghurt. Proses fermentasi dengan kondisi operasi suhu 37ºC dan 45ºC. Proses pembuatan inkubator pada tugas akhir ini dilakukan dengan cara menentukan kapasitas dan dimensi inkubator yang dapat memuat 4 toples, dengan desain inkubator 2 rak, yang masing- masing rak dapat memuat 2 toples. Untuk dimensi inkubator, berdasarkan dimensi toples tersebut yang berjumlah 4. Dimensi toples sendiri berukuran diameter alas 23 cm dan tinggi 27 cm. Inkubator ini berbentuk almari yang terbuat dari kayu dengan tebal 1,5 cm, panjang 64 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 60 cm. Menentukan panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari suhu lingkungan (30ºC) menjadi suhu kerja maksimum inkubator (60ºC) didapat 1,158 Watt.hours. Penentuan daya pemanas yang mencukupi untuk kebutuhan panas dengan menggunakan heater daya 300 watt. Inkubator ini di lengkapi juga dengan blower, regulator dan termometer. Heater sebagai elemen pemanas. Untuk start up diawali dengan menghidupkan blower dan heater regulator. Menentukan suhu yang diinginkan dan tunggu hingga suhu yang diinginkan tercapai. Untuk shut down, cukup dengan mematikan heater regulator dan blower. Dari hasil uji didapatkan bahwa inkubator dapat bekerja dengan baik. Suhu ruang dalam inkubator dapat terkontrol. Inkubator berhasil untuk proses fermentasi pembuatan yoghurt, baik pada suhu 37ºC dan 45ºC.