Abstrak


Analisis Usaha Industri Tape Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Hendy Adiemas Setyawan - H0305018 - Fak. Pertanian

Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di indonesia dan merupakan sumber karbohidrat yang penting setelah beras dan jagung, dengan kandungan karbohidrat adalah 34,7%. Namun pada kenyataannya singkong kurang begitu dimanfaatkan. Untuk itu perlu adanya pemanfaatan singkong agar menjadi makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Salah satu bentuk pemanfaatan singkong tersebut dilakukan oleh pengusaha tape yang berada di kabupaten sukoharjo. Selain menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai gizi yang tinggi , usaha pembuatan tape ini diharapkan nantinya mampu menghasilkan tape singkong yang dapat dijadikan sebagai produk makanan khas kabupaten sukoharjo. Dalam menjalankan usahanya, industri tape di Kabupaten Sukoharjo menghadapi berbagai kendala. Diantaranya adalah penurunan permintaan saat musim penghujan, jumlah modal yang terbatas, rendahnya harga jual dan risiko usaha yang ditanggung oleh pengusaha tape tersebut. Di tengah ketatnya persaingan dalam industri pangan, industri tape di Kabupaten Sukoharjo tetap dapat bertahan dan telah diusahakan selama puluhan tahun secara turun temurun. Hal inilah yang mendorong peneliiti untuk mengetahui lebih mendalam mengenai industri tape di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan usaha yang diterima, tingkat efisiensi usaha, risiko usaha yang dihadapi dan nilai tambah yang dihasilkan pada industri tape skala rumah tangga di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Daerah penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di sentra industri tape skala rumah tangga di Kecamatan Bulu dan Kecamatan Polokarto. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total dari industri tape skala rumah tangga di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 1.164.974,57 per bulan. Besarnya penerimaan total rata-rata per bulan Rp 2.445.065,22 sehingga pendapatan yang diterima pengusaha tape adalah sebesar Rp1.280.090,65. Efisiensi usaha yang dijalankan sebesar 2,1 yang berarti usaha yang dijalankan sudah efisien. Hal tersebut juga berarti bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha industri tape memberikan penerimaan sebesar 2,1 kali dari biaya yang telah dikeluarkan. Besarnya nilai koefisien variasi (CV) adalah 0,36 sedangkan besarnya nilai batas bawah pendapatan Rp 360.125,39. Hal ini dapat diartikan bahwa industri tape skala rumah tangga di Kabupaten Sukoharjo berisiko kecil. Industri tape skala rumah tangga di Kabupaten Sukoharjo memberikan nilai tambah sebesar Rp 1.240,21 yang berarti bahwa pembuatan tape akan memberikan nilai tambah sebesar Rp 1.240,21 untuk setiap kilogram singkong segar yang digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disarankan bagi pengusaha tape sebaiknya membentuk semacam kelompok usaha bersama untuk mewadahi masing-masing pengusaha dalam memasarkan produk tape yang dihasilkan dan perluasan pasar yang lebih optimal serta perlunya inovasi pengemasan yaitu dengan menggunakan besek atau bambu yang di dalamnya dibungkus dengan menggunakan daun pisang sehingga akan memberikan aroma yang menggugah selera, daya tahan yang lebih lama. Bagi pemerintah hendaknya memberikan bantuan berupa modal, penyuluhan atau pembinaan kepada responden industri tape skala rumah tangga di Kabupaten Sukoharjo