;

Abstrak


Implementasi Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Rsbi) (Studi Pelaksanaan Rintisan Sbi Di Smk Negeri 1 Purwokerto)


Oleh :
Slamet Rohadi - S.81110202 - Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Implementasi Program RSBI di SMK Negeri 1 Purwokerto, (2) Kendala-kendala yang dihadapi dan upaya-upaya mengatasinya, (3) Kualitas lulusan, penerimaan di Dunia Kerja, penerimaan Perguruan Tinggi melalui Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMK Negeri 1 Purwokerto . Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tempat dan waktu penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Purwokerto ,pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2012. Sumber data diperoleh dari dokumen tertulis, informan (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, QMR ISO, ketua BKK, guru, siswa) dan peristiwa. Teknik pengumpulan data dengan dokumen/arsip ,wawancara ,dan observasi langsung. Pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu dengan menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai sumber. Pengambilan sampel peneliti memilih informan yang dianggap mengetahui informasi secara mendalam dan dapat dipercaya. Validitas keabsahan data dengan triangulasi data, trianggulasi metode, dan trianggulasi sumber, dan review informan. Analisis data dengan reduction data, display data, dan conclusion drawing yang saling berinteraksi untuk verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ditemukan bahwa : (1) Implementasi Program RSBI di SMK Negeri 1 Purwokerto, meliputi : (a) kurikulum menggunakan KTSP dengan adopsi dan adaptasi dari kurikulum internasional Australia. (b) Setiap awal semester guru membuat silabus, RPP, Program Semester, Proses pembelajaran bilingual (c) Penerimaan peserta didik baru SMK Negeri 1 Purwokerto menerapkan standard nilai (d) Pendidik sudah memanfaatkan sarana ICT dan pernah mengikuti diklat kompetensi pada bidangnya, (e) Sarana dan prasarana SMK N 1 Purwokerto sudah baik meskipun masih terdapat kekurangan ruang. (f) Pengelolaan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008. (2) Kendala-kendala yang dihadapi adalah : (a) Jaringan internet belum optimal untuk diakses siswa dan guru pada saat mengajar, (b) Kurikulum hasil adopsi dan adaptasi belum semua program keahlian, pembelajaran dengan pengantar bahasa Inggris belum sepenuhnya dilakukan, modul pembelajaran guru belum maksimal dilakukan, perpustakaan belum berbasis ICT, Jumlah staf yang perlu disesuaikan dengan rasio siswa, (c) Peran komite dan pemerintah daerah terhadap SBI belum optimal. (3) Kualitas lulusan, penerimaan di Dunia Kerja, penerimaan Perguruan Tinggi, meliputi : hasil lulusan 3 tahun terakhir berturut-turut : 98,54%, 99,76%, dan 99,74% dan penerimaan di dunia kerja 79,65%, 70,6%, dan 72,95%, sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi baik PTN maupun PTS : 13,27%, 19,35%, dan 19,35%. untuk siswa yang berwirausaha masih sangat sedikit kerkisar 0,26%. Saran : sekolah hendaknya mempersiapkan semua komponen-komponennya secara matang dan cermat meliputi : kurikulum, SDM (kepala sekolah, guru, staf, siswa, komite sekolah, orang tua siswa), dan sarana prasarana penunjang pembelajaran. Kesiapan kurikulum adopsi dan adaptasi yang fleksibel digunakan sebagai pedoman penerapan dalam pembelajaran. Tersedianya bahan ajar : buku referensi siswa, guru sesuai dengan rasio siswa dan buku perpustakaan billingual, tersedianya internet untuk setiap ruang kelas, sehingga memudahkan mengaksesnya. Program sekolah SBI hendaknya memiliki skala prioritas bagi lulusannya untuk memasuki dunia usaha dan industri atau melanjutkan ke perguruan tinggi.