Abstrak


Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournaments Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional Siswa Pada Materi Segiempat Di Smpn 1 Jogorogo


Oleh :
Estik Subawanti - K1308042 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) diantara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dan model pembelajaran konvensional, manakah yang dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik pada materi segiempat. (2) diantara kategori kecerdasan emosional siswa (tinggi, sedang dan rendah), manakah yang dapat memberikan prestasi belajar yang lebih baik pada materi segiempat. (3) pada kategori kecerdasan emosional siswa tinggi manakah diantara model pembelajaran kooperatif tipe TGT atau konvensional yang dapat memberikan prestasi belajar lebih baik pada materi segiempat. (4) pada kategori kecerdasan emosional siswa sedang manakah diantara model pembelajaran kooperatif tipe TGT atau konvensional yang dapat memberikan prestasi belajar lebih baik pada materi segiempat. (5) pada kategori kecerdasan emosional siswa rendah manakah diantara model pembelajaran kooperatif tipe TGT atau konvensional yang dapat memberikan prestasi belajar lebih baik pada materi segiempat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jogorogo tahun ajaran 2011/2012, yang terdiri dari 9 kelas dengan banyaknya siswa 289. Sampel yang digunakan yaitu 2 kelas dengan jumlah total siswa kedua kelas tersebut adalah 69 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 8 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk mengumpulkan data yang berupa data nilai mid semester matematika semester 2 Kelas VII tahun pelajaran 2011/2012, metode angket untuk data kecerdasan emosional siswa dan metode tes untuk data prestasi belajar siswa pada materi segiempat. Teknik analisis data yang vi digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai persyaratan analisis yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan prestasi belajar yang sama dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat. (Fa = 1,11 < 3,99 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (2) Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi dan sedang memiliki prestasi belajar yang sama, siswa dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki prestasi belajar lebih baik daripada siswa dengan kecerdasan emosional rendah sedangkan siswa dengan kecerdasan emosional sedang dan rendah memiliki prestasi belajar yang sama pada materi segiempat. (Fb = 3,50 > 3,14 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (3) Pada kategori kecerdasan emosional siswa tinggi, model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan prestasi belajar yang sama dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat.(Fab = 0,23 < 3,14 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (4) Pada kategori kecerdasan emosional siswa sedang, model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan prestasi belajar yang sama dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat.(Fab = 0,23 < 3,14 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%). (5) Pada kategori kecerdasan emosional siswa rendah, model pembelajaran kooperatif tipe TGT memberikan prestasi belajar yang sama dengan model pembelajaran konvensional pada materi segiempat.(Fab = 0,23 < 3,14 = Ftabel pada taraf signifikansi 5%).