Abstrak


Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik Dengan Metode Permainan Pasaran Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Siswa Sd Di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta


Oleh :
Anisatul Farida - S851108002 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Manakah yang mempunyai pemahaman konsep matematika yang lebih baik, siswa yang dikenai pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan metode permainan pasaran, RME, atau konvensional. (2) Manakah yang mempunyai pemahaman konsep matematika yang lebih baik, siswa yang memiliki kreativitas tinggi, sedang, atau rendah. (3) Pada masing-masing pendekatan pembelajaran, manakah yang memberikan pemahaman konsep matematika lebih baik, siswa dengan kreativitas tinggi, sedang atau rendah. (4) Pada masing-masing kategori kreativitas belajar, manakah yang memberikan pemahaman konsep matematika lebih baik, pendekatan RME dengan metode permainan pasaran, RME, atau konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SD kelas III di Kecamatan Banjarsari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 214 siswa, dengan rincian 75 siswa pada kelas RME dengan metode permainan pasaran dan 85 siswa pada kelas RME, dan 54 siswa pada kelas konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal matematika, angket kreativitas, dan tes pemahaman konsep matematika. Uji coba instrumen tes meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen angket kreativitas meliputi validitas isi, konsistensi internal, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas populasi menggunakan metode Lilliefors dan uji homogenitas variansi populasi menggunakan metode Bartlett. Dengan α = 0,05, diperoleh simpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Uji keseimbangan terhadap data kemampuan awal matematika menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama dan diperoleh simpulan bahwa ketiga kelas mempunyai kemampuan awal matematika yang seimbang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Uji komparasi ganda dilakukan apabila ditolak dengan metode Scheffe’. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh simpulan bahwa (1) siswa yang dikenai pendekatan RME dengan metode permainan pasaran mempunyai pemahaman konsep matematika yang sama dengan siswa yang dikenai pendekatan RME, siswa yang dikenai pendekatan RME dengan metode permainan pasaran mempunyai pemahaman konsep matematika yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, siswa yang dikenai pendekatan RME xix mempunyai pemahaman konsep matematika yang sama dengan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional (2) siswa dengan kreativitas tinggi, sedang, dan rendah mempunyai pemahaman konsep matematika yang sama (3) pada masing-masing pendekatan pembelajaran (RME dengan metode permainan pasaran, RME , konvensional), siswa yang memiliki kreativitas tinggi, sedang, dan rendah mempunyai pemahaman konsep matematika yang sama (4) pada masing-masing kategori kreativitas (tinggi, sedang, rendah), siswa yang dikenai pendekatan pembelajaran RME dengan metode permainan pasaran